Bikin Penasaran! Siti Fauziah 'Bu Tejo' Menyesal Julid di Film Baru, Apa Alasannya?

Aktris Siti Fauziah mengaku menyesal telah memerankan adegan 'julid' dalam film terbarunya, 'Sampai Titik Terakhirmu'. Penasaran dengan pengakuannya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bikin Penasaran! Siti Fauziah 'Bu Tejo' Menyesal Julid di Film Baru, Apa Alasannya?
Aktris Siti Fauziah mengaku menyesal telah memerankan adegan 'julid' dalam film terbarunya, 'Sampai Titik Terakhirmu'. Penasaran dengan pengakuannya? (AntaraNews)

Aktris Siti Fauziah, yang dikenal luas melalui perannya sebagai Bu Tejo, baru-baru ini menyatakan penyesalannya. Ia merasa berdosa setelah memerankan adegan "julid" dalam film drama terbaru Lyto Pictures. Film tersebut berjudul "Sampai Titik Terakhirmu" yang trailernya baru saja diluncurkan.

Penyesalan ini diungkapkannya saat konferensi pers peluncuran trailer dan poster film di Senayan, Jakarta, pada Rabu (08/10). Dalam cuplikan film, Siti Fauziah berperan sebagai Yeti, yang bergosip bersama TJ Ruth (Nurul) dan Onadio Leonardo (Nanang). Adegan ini menyoroti perilaku menggunjing yang sering terjadi di masyarakat.

Siti Fauziah merasa bersalah karena karakter Yeti terpengaruh gosip. Gosip itu menyebutkan bahwa karakter Sella, yang diperankan Mawar De Jongh, hamil di luar nikah karena perutnya melendung. Padahal, kondisi Sella sebenarnya disebabkan oleh penyakit kanker yang dideritanya.

Siti Fauziah Menyesal, Onad Angkat Bicara tentang Kritik Sosial

Siti Fauziah secara terang-terangan mengungkapkan rasa penyesalannya atas adegan "julid" tersebut. Ia merasa karakter Yeti telah memberikan penilaian negatif secara tidak benar terhadap orang lain. "Aku jujur, sangat berdosa gitu karena sudah julidin Sella ini," ujar Siti dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa semua umpan gosip tersebut berasal dari karakter yang diperankan Onadio Leonardo.

Penyesalan Siti Fauziah ini muncul karena kesalahpahaman yang mendalam. Karakter Yeti dalam film tersebut termakan gosip tentang Sella yang dianggap hamil di luar nikah. Padahal, kondisi perut Sella yang membesar adalah akibat dari penyakit kanker yang serius. Ini menunjukkan bahaya dari perilaku "julid" yang dapat menyebarkan informasi tidak benar dan menyakiti orang lain.

Sementara itu, Onadio Leonardo, pemeran Nanang, memiliki pandangan berbeda mengenai adegan tersebut. Menurut Onad, adegan "julid" ini merupakan bentuk kritik sosial yang relevan dengan fenomena sehari-hari. Ia berpendapat bahwa film ini mencoba merefleksikan kebiasaan menggunjing yang sering terjadi di tengah masyarakat. "Makanya, lain kali jangan julid," sindir Onad, menegaskan pesan yang ingin disampaikan.

Karakter Unik Onadio Leonardo dan TJ Ruth dalam Film

Onadio Leonardo memerankan karakter Nanang, seorang penarik becak motor "odong-odong" yang unik. Latar belakang Nanang cukup menarik, dulunya ia gemar kebut-kebutan dalam atraksi "Tong Setan". Akibat hobinya di masa lalu, karakter Nanang kini memiliki masalah pendengaran.

Menariknya, sutradara Dinna Jasanti meminta Onad untuk berakting lebih natural, bukan melucu seperti biasanya. Tantangan ini membuat nuansa komedi pada karakter Nanang terbangun secara organik. Onad merasa bahwa ia tidak perlu memaksakan diri untuk membuat karakternya lucu. Ini memberikan kedalaman tersendiri pada perannya dalam film "Sampai Titik Terakhirmu".

TJ Ruth juga turut meramaikan adegan "julid" sebagai karakter Nurul. Ia diceritakan sebagai pendatang yang mampu langsung menyatu dengan tingkah jail Yeti dan Nanang. TJ menjelaskan bahwa gaya "julid" karakternya berbeda, lebih halus dan tidak marah-marah. "Ini kayak almarhum Mas Basuki gitu," ungkap TJ, menunjukkan variasi karakter "julid" di antara ketiganya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi