Bikin Kagum! Mathias Christiansen, Pebulu Tangkis Denmark, Makin Fasih Berbahasa Indonesia di BDMNTN-XL Jakarta 2025

Pebulu tangkis Denmark, Mathias Christiansen, menarik perhatian dengan kemampuan berbahasa Indonesianya selama BDMNTN-XL Jakarta 2025. Penasaran bagaimana ia mengasah kemampuannya dan berinteraksi dengan pemain lain?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bikin Kagum! Mathias Christiansen, Pebulu Tangkis Denmark, Makin Fasih Berbahasa Indonesia di BDMNTN-XL Jakarta 2025
Pebulu tangkis Denmark, Mathias Christiansen, menarik perhatian dengan kemampuan berbahasa Indonesianya selama BDMNTN-XL Jakarta 2025. Penasaran bagaimana ia mengasah kemampuannya dan berinteraksi dengan pemain lain? (AntaraNews)

Pebulu tangkis ganda putra asal Denmark, Mathias Christiansen, menunjukkan antusiasme luar biasa terhadap Bahasa Indonesia selama keikutsertaannya dalam turnamen BDMNTN-XL Jakarta 2025. Ajang yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, sejak Kamis (2/10) ini menjadi panggung baginya untuk tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperdalam kemampuan linguistiknya.

Christiansen mengungkapkan kegembiraannya bisa memanfaatkan waktu di Jakarta untuk belajar lebih banyak tentang Bahasa Indonesia, sekaligus menyelami budaya lokal. Interaksi dengan rekan setim dan pemain dari negara lain menjadi kesempatan emas baginya untuk mempraktikkan langsung apa yang telah ia pelajari.

Selama turnamen berlangsung, ia secara aktif mengobrol dengan sesama atlet, termasuk dari Indonesia, Malaysia, Jepang, dan Vietnam, menggunakan Bahasa Indonesia. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuannya tentang bahasa, tetapi juga mempererat hubungan antar pemain dari berbagai latar belakang.

Antusiasme Mathias Christiansen dalam Berbahasa Indonesia

Mathias Christiansen tidak menyembunyikan rasa senangnya dapat memperdalam keahlian berbahasa Indonesia selama berada di Jakarta. Ia secara rutin berinteraksi dengan rekan setimnya untuk mengasah kemampuan komunikasinya.

"Saya selama di sini (Jakarta) lebih banyak lagi belajar Bahasa Indonesia dan mempraktikkannya dengan mengobrol bersama rekan setim," kata Christiansen, Sabtu, menunjukkan dedikasinya dalam mempelajari bahasa.

Meskipun sudah cukup fasih, pebulu tangkis dunia ini mengakui sesekali masih menemukan kesulitan. Beberapa kosakata lokal yang dilontarkan oleh pemain Indonesia terkadang membuatnya bingung, sehingga ia harus mencampur percakapan dengan Bahasa Inggris.

"Ya terkadang mengobrolnya dicampur dengan Bahasa Inggris saat membaur dengan rekan setim," ujarnya, menggambarkan realitas dalam proses belajar bahasa.

Pengalaman Mathias Christiansen di BDMNTN-XL Jakarta 2025

Dalam ajang BDMNTN-XL Jakarta 2025, Mathias Christiansen tergabung dalam Tim Hurricanes, sebuah tim yang diisi oleh kombinasi pemain lokal dan internasional. Tim ini dipimpin oleh legenda bulu tangkis Indonesia, Flandy Limpele, memberikan pengalaman berharga bagi Christiansen.

Rekan setimnya di Tim Hurricanes termasuk nama-nama besar dari Indonesia seperti Anthony Sinisuka Ginting, Muhammad Reza Pahlevi Isfahani, Gloria Emanuelle Widjaja, dan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Keberadaan mereka menjadi lingkungan ideal bagi Christiansen untuk terus mempraktikkan Bahasa Indonesia.

Selain para pemain Indonesia, Tim Hurricanes juga diperkuat oleh atlet internasional lainnya seperti Kirsty Gilmour (Skotlandia), Goh Sze Fei (Malaysia), dan Treesa Jolly (India). Keberagaman ini menciptakan suasana yang kaya akan pertukaran budaya dan bahasa.

Format Unik dan Kemeriahan BDMNTN-XL Jakarta 2025

BDMNTN-XL Jakarta 2025 diselenggarakan dari tanggal 2 hingga 5 Oktober, menampilkan 32 pemain top dunia yang dibagi menjadi empat tim: Blitzers, Hurricanes, Lightning, dan Rockets. Setiap tim dipimpin oleh legenda bulu tangkis Indonesia, yaitu Hendra Setiawan, Flandy Limpele, Greysia Polii, dan Vita Marissa.

Turnamen ini juga dimeriahkan oleh kehadiran pebulu tangkis kelas dunia lainnya, termasuk Viktor Axelsen (Denmark), Jonatan Christie, Apriyani Rahayu, Fajar Alfian, Pornpawee Chochuwong (Thailand), Kodai Naraoka (Jepang), Yuta Watanabe (Jepang), Michelle Li (Kanada), hingga Chirag Shetty (India).

Format pertandingan BDMNTN-XL dirancang secara inovatif dengan batas waktu, partai 3 lawan 3, sektor tunggal putra dan putri, serta "Ultimate Shuttle Showdown" untuk menentukan pemenang jika kedudukan imbang. Selain pertandingan, penyelenggara juga menciptakan suasana festival di area Istora Senayan.

Penonton dapat menikmati penampilan band-band lokal, sesi interaksi khusus dengan penggemar, serta suguhan musik dan konten multimedia sepanjang ajang berlangsung. Hal ini menjadikan BDMNTN-XL Jakarta 2025 lebih dari sekadar turnamen bulu tangkis, melainkan sebuah perayaan olahraga dan budaya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi