Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bertemu mahasiswa RI di Mesir, Menko Puan ingatkan soal hoaks hingga toleransi

Bertemu mahasiswa RI di Mesir, Menko Puan ingatkan soal hoaks hingga toleransi Menko Puan Maharani bertemu mahasiswa RI di Mesir. ©istimewa

Merdeka.com - Setelah melakukan pemantauan dan evaluasi persiapan pelaksanaan ibadah Haji di Arab Saudi, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani melanjutkan kunjungan kerjanya ke Mesir.

Di negara piramida itu, Puan berdialog dengan mahasiswa Indonesia yang belajar di Universitas Al Azhar, Kairo. Hadir sekitar 80 mahasiswa di antaranya Presiden PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) dan pengurus inti. Ketua WIHDAH (Otonom PPMI untuk perempuan), dan pengurus inti. Ketua Tujuh Belas (17) Kekeluargaan Mahasiswa Indonesia di Mesir. Ketua-ketua senat mahasiswa dari berbagai fakultas agama. Selebihnya adalah penghuni asrama.

Dalam dialog dengan mahasiswa, aspirasi yang disampaikan antara lain mengenai perlunya pembinaan mahasiswa saat masuk asrama, memperluas beasiswa untuk mahasiswa, mahasiswa dapat dilibatkan sebagai tenaga pendamping pelaksanaan haji, dan usulan agar di Indonesia ada lembaga yang kredibel bicara masalah agama.

Puan menyambut baik pemikiran yang disampaikan Presiden PPMI dan mahasiswa tersebut. Cucu proklamator Bung Karno ini berjanji akan meneruskan aspirasi mahasiswa tersebut kepada kementerian terkait agar dapat ditindaklanjuti. Dia berpesan, walaupun mahasiswa berasal dari beragam latar belakang, namun tetap satu Indonesia.

"Apalagi tahun ini adalah tahun pesta demokrasi. Jangan sampai hanya karena berbeda pilihannya mengakibatkan kalian tercerai berai," tegas Puan.

Pada kesempatan ini, Menko PMK berpesan agar mahasiswa menyadari bahwa bangsa membutuhkan kader-kader yang mau memikirkan kemajuan bangsa ke depan.

"Jadilah calon pemimpin yang selalu menjaga keberagaman dan toleransi, karena bangsa kita terdiri dari berbagai macam suku, agama dan budaya. Agar Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga," ucap Puan.

Indonesia, lanjut Puan, membutuhkan kader-kader yang memiliki komitmen tinggi dan kecintaan pada Indonesia. "Para mahasiswa perlu sejak dini mempersiapkan dan membekali diri dengan berbagai macam keterampilan dan inovasi agar mampu bersaing di masa depan," tambahnya.

Puan juga mengingatkan agar mahasiswa juga membentengi diri dari dampak negatif teknologi dan informasi seperti banyaknya berita-berita hoaks yang menimbulkan fitnah dan perpecahan yang dapat berakibat terhadap retaknya persatuan dan kesatuan bangsa.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP