Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bersihkan saluran air, anggota BPBD Boyolali tewas terseret air

Bersihkan saluran air, anggota BPBD Boyolali tewas terseret air Ilustrasi mayat. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Toni Arifin (30), anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupeten Boyolali ditemukan tewas di sungai sekitar pabrik Yudistira, Banyudono, Kamis (16/2). Warga Dukuh Ngrancah, Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk Boyolali itu terperosok ke dalam sungai sisi utara ruas jalan Solo-Semarang, saat menjalankan tigas membersihkan sampah usai banjir.

Informasi yang dihimpun di BPBD Boyolali menyebutkan, korban sekitar pukul 19.30 WIB, bersama sejumlah anggota Tim SAR lainnya menolong warga Dukuh Gatak, Desa/Kecamatan Banyudono yang terkena musibah banjir. Mereka membersihkan sampah yang menyumbat saluran air.

"Saya lihat memang mereka sedang membersihkan sampah di saluran, kemudian terjatuh dan terbawa arus sungai. Tadi sebagian anggota tim SAR dan warga sudah mencari," ujar Agus Mustalifi (29) salah satu saksi mata, karyawan BRI, warga Salakan, Teras, Boyolali.

"Korban sedang membersihkan sampah di depan kantor BRI Cabang Banyudono. Tiba-tiba terperosok, mungkin korban tidak tahu ada lubang di atas trotoar. Arus airnya juga deras dan cukup dalam," imbuh Agus.

Warga sebenarnya sudah berupaya menolong dengan menarik tangan korban. Namun upaya tersebut gagal sehingga korban hanyut dan menghilang masuk ke gorong-gorong.

Humas Basarnas Surakarta, Yohan Tri Anggoro membenarkan kejadian tersebut. Setelah pencarian korban ditemukan di seputaran pabrik Yudistira sekitar pukul 20.30 WIB.

"Korban sudah ditemukan dan langsung di bawa ke RS Pandanaran Boyolali," tutup Yohan. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP