Berbagi Tugas Anak Buah Aibon Kogoya, Pelaku Pembunuhan 2 Personel Polisi di Nabire Papua
Rekonstruksi berlangsung di lokasi kejadian, Jalan Trans Nabire–Enarotali, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Nabire menggelar rekonstruksi atas kasus pembunuhan berencana terhadap dua personel Brimob Yon C Nabire, yaitu Brigpol M. Arif Maulana dan Briptu Nelson C. Runaki.
Rekonstruksi berlangsung di lokasi kejadian, Jalan Trans Nabire–Enarotali, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Selasa (26/8) kemarin.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kasatgas Tindak ODC, Kombes Wahyu dengan melibatkan personel gabungan Satgas Gakkum ODC, Satgas Tindak ODC, dan Polres Nabire.
"Sebanyak 21 adegan diperagakan untuk menggambarkan peristiwa yang menewaskan dua anggota Brimob tersebut," kata Kaops Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Rabu (27/8).
Ia menyebut, salah satu pelaku yang telah menjadi tersangka, Suplianus Bagau alias Siprianus Weya alias Supli (31), dihadirkan langsung untuk memperagakan perannya bersama sejumlah saksi.
Ada 3 Kelompok
Berdasarkan rekonstruksi, peristiwa pembunuhan terjadi pada Rabu (13/8) sekitar pukul 08.45 WIT. Para pelaku yang dipimpin Aibon Kogoya terbagi menjadi tiga kelompok.
Untuk kelompok pertama yakni atas nama inisial YM, YW dan KM. Mereka bertugas untuk melakukan penembakan terhadap Brigpol M. Arif Maulana di Tempat Kejadian Perkara (TKP) 1.
Kemudian, pada kelompok kedua yakni atas nama TG dan Suplianus Bagau (tersangka). Keduanya bertugas melakukan penembakan terhadap Briptu Nelson C. Runaki di TKP 2.
Selanjutnya, untuk kelompok ketiga yaitu Aibon Kogoya (pimpinan) serta HM. Mereka bertugas memantau situasi di sekitar lokasi pembangunan jalan dan excavator.
"Setelah penembakan, pelaku juga merampas senjata api AK-101 dan AK-47 serta body vest milik korban. Selain itu, para pelaku juga sempat membuat video pernyataan sikap di camp darurat mereka yang direkam oleh tersangka Suplianus Bagau," sebutnya.
Jenderal bintang satu ini mengungkapkan, rekonstruksi dilakukan dengan pengamanan ketat dan melibatkan 15 kendaraan taktis, 24 pucuk senjata laras panjang, serta perlengkapan bodyvest dan helm tempur.
Dirinya menegaskan, rekonstruksi tersebut merupakan bagian penting dalam proses penyidikan untuk memperkuat bukti hukum.
"Rekonstruksi ini dilakukan untuk memastikan peran masing-masing pelaku dan menguatkan alat bukti dalam kasus pembunuhan dua personel Brimob. Kami pastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur dan transparan," tegasnya.
Faizal juga menyampaikan apresiasi terhadap personel yang telah bekerja secara maksimal di lapangan dalam penanganan tersebut.
"Kami berkomitmen menegakkan hukum dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Tidak ada tempat bagi kelompok bersenjata yang melakukan kekerasan di tanah Papua," ujarnya.
Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga menambahkan bahwa rekonstruksi berjalan lancar tanpa kendala keamanan.
"Seluruh rangkaian giat berjalan aman, tertib, dan terkendali. Rekonstruksi ini akan menjadi bahan penting untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke jaksa penuntut umum," kata Adarma.
Usai rekonstruksi, tersangka Suplianus Bagau kembali diamankan ke Rutan Polres Nabire. Satgas Damai Cartenz bersama penyidik Polres Nabire akan segera melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut.
"Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung upaya penegakan hukum. Kami akan terus memburu pelaku lainnya yang masih buron," pungkasnya.