Bendungan Kuwil Kawangkoan Fokus Kendalikan Banjir DAS Tondano

Bendungan Kuwil Kawangkoan di Minahasa Utara memiliki peran krusial dalam mengendalikan banjir di Daerah Aliran Sungai Tondano, namun tidak untuk sungai lainnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bendungan Kuwil Kawangkoan Fokus Kendalikan Banjir DAS Tondano
Bendungan Kuwil Kawangkoan di Minahasa Utara memiliki peran krusial dalam mengendalikan banjir di Daerah Aliran Sungai Tondano, namun tidak untuk sungai lainnya. (AntaraNews)

Manado, Sulawesi Utara, memiliki solusi strategis dalam menghadapi ancaman banjir. Bendungan Kuwil Kawangkoan dibangun khusus untuk mengendalikan luapan air.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I, Sugeng Hariyanto, menegaskan fungsi utamanya. Bendungan ini berfokus pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano saja.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugeng di Manado pada Minggu, 22 Februari 2026. Hal ini untuk meluruskan pemahaman publik terkait peran bendungan.

Bendungan Kuwil Kawangkoan merupakan infrastruktur vital di Kabupaten Minahasa Utara. Bendungan ini dirancang khusus untuk mitigasi banjir di DAS Tondano. Sugeng Hariyanto menjelaskan kapasitas tampungnya sangat besar. Ini menjadikannya salah satu yang terbesar di Sulawesi Utara.

Kapasitas tampung Bendungan Kuwil mencapai sekitar 18 juta meter kubik air. Kemampuan reduksi banjirnya mencapai kurang lebih 155 meter kubik per detik. Angka ini menunjukkan efektivitasnya dalam menahan debit air berlebih.

Sugeng menekankan bahwa fungsi Bendungan Kuwil terbatas pada Sungai Tondano. Apabila terjadi banjir di daerah aliran sungai lain, hal tersebut bukan karena kegagalan bendungan ini. Peruntukan bendungan memang spesifik hanya untuk DAS Tondano.

Daerah tangkapan air Sungai Tondano sangat luas. Kondisi ini menyebabkan potensi banjir di wilayah tersebut cukup besar. Sejarah mencatat banjir besar pernah melanda pada tahun 2014.

Bendungan Kuwil berperan penting dalam mereduksi banjir yang mengalir ke Kota Manado. Air yang masuk berasal dari daerah tangkapan air di Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara. Ini membantu melindungi ibu kota provinsi dari dampak luapan air.

Data menunjukkan bahwa Bendungan Kuwil berhasil mereduksi sekitar 6,7 juta meter kubik banjir. Volume air ini berasal langsung dari Daerah Aliran Sungai Tondano. Kontribusi ini signifikan dalam upaya pengendalian banjir.

Selain DAS Tondano, Kota Manado juga dialiri oleh beberapa daerah aliran sungai lainnya. Sungai-sungai ini turut menyumbang debit air saat banjir besar. Contohnya seperti yang terjadi pada 21 Maret 2025.

Sugeng Hariyanto menyebutkan DAS Tikala, DAS Sario, DAS Malalayang, DAS Bailang, dan DAS Mahawu. Semua DAS ini bermuara di Kota Manado. Masing-masing memiliki karakteristik dan tantangan penanganan banjir tersendiri.

Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa penanganan banjir di Manado bersifat komprehensif. Upaya ini melibatkan pengelolaan berbagai DAS secara terpisah. Bendungan Kuwil hanya menjadi bagian dari solusi untuk DAS Tondano.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi