Begini kondisi proyek Hambalang mangkrak yang ditinjau Jokowi
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengerutkan dahinya saat meninjau mega proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pagi tadi.
Sesekali, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tampak mengusap keringat yang bercucuran di wajahnya. Bahkan, ketika ditanya bagaimana perasaannya ketika melihat kondisi proyek yang mangkrak akibat korupsi berjemaah itu, dia hanya menggelengkan kepalanya seolah kehabisan kata-kata.
Pantauan merdeka.com di lokasi, kondisi mega proyek yang pada awalnya bernilai Rp 2,5 triliun itu memang sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, semak belukar dan ilalang yang menjulang tinggi tampak menjadi 'penghias' hampir di setiap sudut gedung yang belum jadi itu.

Jokowi yang meninjau ditemani oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi juga harus menerobos semak belukar yang tinggi untuk dapat masuk ke dalam gedung yang kondisinya memprihatinkan.
Saat sudah berada di dalam salah satu gedung, terdapat pula kaca-kaca yang seharusnya sudah terpasang malah berserakan dengan kondisinya yang terpecah-pecah. Lantainya masih semen kasar, tiang-tiang besi pun berserakan.
"Awas hati-hati banyak kaca," kata Jokowi mengingatkan wartawan untuk hati-hati.
Jokowi lalu kembali meninjau gedung lainnya yang diperuntukkan untuk wisma atlet. Namun, terlihat bak gudang penyimpanan barang.
Terlihat Air Conditioner (AC), lemari, kasur dan barang-barang lainnya tampak menumpuk di lantai dan dibiarkan begitu saja. Jokowi terlihat memegang barang-barang yang menumpuk itu, namun setelahnya, dia langsung membersihkan tangannya akibat debu tebal yang menempel.

Pembangunan proyek Hambalang dihentikan sejak tahun 2011, ketika Komisi Pemberantasan Korupsi mulai membongkar praktik korupsi dalam proses pembangunannya. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga Politikus Partai Demokrat Andi Mallarangeng dan adiknya Choel Mallareng merupakan 'pemain utama' dalam mega proyek itu.
Hal yang wajar proyek yang telah didiamkan selama hampir lima tahun itu memang memiliki kondisi yang memprihatinkan. Apalagi, pada tahun 2012 lalu, longsor pernah menghantam kompleks mega proyek ini yang semakin menambah suramnya proyek era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Presiden Joko Widodo sendiri berjanji akan memutuskan secepat mungkin apakah pembangunan akan dilanjutkan atau tidak. Keputusan itu akan diambil setelah dia menggelar rapat terbatas yang akan digelar pada sepekan atau dua pekan mendatang.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya