Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Al Fatih, menyoroti potensi signifikan bazar takjil selama bulan Ramadhan di Jakarta. Ia menilai aktivitas ini tidak hanya sekadar ekonomi musiman, melainkan berpeluang besar menjadi destinasi ikonik yang dinanti masyarakat ibu kota.
Menurut Al Fatih, potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) takjil di Jakarta sangat besar dan dapat menjadi ciri khas ekonomi kerakyatan yang kuat. Hal ini juga efektif dalam mendorong promosi serta keberlanjutan UMKM lokal.
Guna mewujudkan potensi tersebut, Al Fatih mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar mengemas kegiatan bazar Ramadhan secara lebih terstruktur dan berkonsep. Penataan yang tepat diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha maupun pengunjung.
Advertisement
Advertisement
Muhammad Al Fatih, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, menegaskan bahwa bazar takjil Ramadhan memiliki potensi besar. Aktivitas ini dapat mengukuhkan identitas Jakarta sebagai kota dengan ekonomi kerakyatan yang dinamis dan kuat. Konsep terkurasi akan meningkatkan daya tarik.
Potensi UMKM takjil selama Ramadhan di Jakarta sangat besar dan tidak bisa dipandang remeh. Ini adalah kesempatan emas untuk menciptakan ciri khas ekonomi yang kuat di ibu kota. Bazar takjil Ramadhan Jakarta menjadi sorotan utama.
Penataan lokasi berjualan yang baik, peningkatan kualitas produk, serta dukungan fasilitas memadai sangat penting. Langkah ini memastikan UMKM tidak hanya meraih keuntungan sesaat, tetapi juga berkembang berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Al Fatih mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, untuk bertindak. Perlu ada pengemasan kegiatan bazar Ramadhan yang lebih terstruktur dan berkonsep.
Konsep bazar yang terkurasi dan nyaman akan memberikan nilai tambah signifikan. Baik bagi pelaku usaha maupun pengunjung, pengalaman berbelanja menjadi lebih menyenangkan dan berkualitas. Ini akan menarik lebih banyak minat.
Dukungan fasilitas memadai dan penataan lokasi yang rapi juga krusial. Hal ini membantu UMKM takjil Ramadhan Jakarta untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki peluang ekspansi.
Advertisement
Advertisement
Selain penataan fisik, Al Fatih juga menyoroti pentingnya digitalisasi bagi UMKM. Dengan digitalisasi, jangkauan pasar akan menjadi lebih luas, memungkinkan transaksi yang lebih praktis bagi konsumen.
Pencatatan usaha yang lebih rapi melalui platform digital akan membantu UMKM takjil Ramadhan Jakarta. Ini meningkatkan daya saing mereka, tidak hanya selama Ramadhan tetapi juga di luar musim.
Digitalisasi adalah langkah strategis untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan UMKM di ibu kota. Ramadhan dapat menjadi momentum untuk mendorong adopsi teknologi ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews