Bawaslu Belum Temukan Pelanggaran Kampanye dari Tabloid Indonesia Barokah

Jumat, 25 Januari 2019 21:50 Reporter : Nur Habibie
Bawaslu Belum Temukan Pelanggaran Kampanye dari Tabloid Indonesia Barokah Tabloid Indonesia Barokah. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Edward Fritz Siregar mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat bersama dengan Sentra Gakkumdu terkait Tabloid Indonesia Barokah yang beredar di daerah Jawa Tengah. Tabloid itu diduga berisi pemberitaan yang tendensius terhadap Prabowo-Sandi.

"Jadi kemarin Bawaslu telah membuat rapat Sentra Gakkumdu atas temuan terhadap Tabloid (Indonesia Barokah) hasil kajian dari Bawaslu setelah berkonsultasi di Sentra Gakkumdu bersama dengan dasar kenapa belum ada pelanggaran kampanye pertanyaannya adalah setelah Bawaslu melakukan klarifikasi ataupun penelusuran terhadap orang yang dianggap bertanggungjawab sebagai penerbit, tidak temukan apa-apa, atau tidak ditemukan siapa yang menjadi penerbitnya," kata Fritz di KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat (25/1).

Namun, pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap tabloid tersebut. "Memang belum ada pelanggaran kampanye tetapi kami untuk siap sedia, untuk melakukan pengawasan karena bisa saja ada edisi kedua dan edisi ketiganya," ujarnya.

Selain itu, Bawaslu RI meminta terhadap dewan pers untuk melakukan kajian terhadap isi dari Tabloid Indonesia Barokah yang diduga memuat pemberitaan yang tendensius terhadap Prabowo-Sandi.

"Kami juga meminta kepada dewan pers untuk melakukan kajian apakah ini termasuk produk jurnalis yang menjadi ranah dari mana dewan pers untuk melakukan penindakan," ucapnya.

"Kami juga meminta ke kepolisian untuk melakukan penelusuran apakah ini termasuk dalam tindak pidana lain dan bukan tindak pidana pemilu," sambungnya.

Ia pun mengungkapkan, pengawasan yang dilakukan oleh pihaknya terhadap Tabloid Indonesia Barokah salah satunya seperti melakukan pengecekan ke setiap masjid dan pesantren yang diduga sudah tersebar tabloid tersebut.

"Sebagaimana teman-teman yang telah kami ketahui ada Tabloid tersebut beredar Bawaslu di semua tingkatan melakukan langsung pengecekan di kantor pos, ke pesantren dan masjid-masjid yang di duga telah di bagikan tabloid dan dilakukan penyitaan, telah di simpan di kantor polres atau pun di kantor Bawaslu meminta kepada pihak pos, pihak pesantren dan masjid untuk melakukan kerja sama apabila ada hal-hal ini terjadi agar tidak untuk disebarkan," pungkasnya. [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini