Bawa Ribuan Pil Ekstasi ke Indonesia, Residivis Asal Malaysia Ditangkap Polisi

Sabtu, 10 November 2018 01:31 Reporter : Kirom
Bawa Ribuan Pil Ekstasi ke Indonesia, Residivis Asal Malaysia Ditangkap Polisi WNA Residivis kembali ditangkap bawa 6.271 butir ekstasi. ©2018 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - NRA, warga negara asal Malaysia kembali dibekuk setelah terbukti membawa ribuan butir ekstasi dari negara asalnya ke Jakarta, melalui Bandara Soekarno-Hatta. Tak hanya NRA, Polres Bandara juga berhasil membekuk 3 pelaku dalam jaringan tersebut, yakni NN, CS dan YC.

Kapolrestra Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Viktor Togi Tambunan mengatakan barang tersebut dibawa oleh tersangka berinisial NRA dan NN melalui pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan AK-380 dengan rute Malaysia-Indonesia beberapa waktu lalu.

Pelaku NRA sebelumnya pernah ditangkap dalam kasus serupa di Bandara Bali, kini lebih cerdik. Dalam pemeriksaan Polisi kali itu ternyata tak ada barang narkotika yang dibawa.

Namun polisi yang keburu curiga akhirnya membuntuti WNA ini. Setibanya di Jakarta, pelaku menginap di salah satu hotel di Jakarta.

"Pelaku NRA ini menitipkan narkotika yang dibawa dari Malaysia itu ke rekannya, NN. Sehingga saat kami geledah di terminal kedatangan Bandara itu nihil," ucap Kapolresta Kombes Pol Victor Togi di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (9/11).

Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan pelaku NN di sebuah hotel di Jakarta. Dari kamar hotel pelaku, polisi berhasil mengamankan narkotika jenis ekstasi sebanyak 2.721 butir dalam tiga bungkus plastik.

Kapolresta melanjutkan, NRA pernah bersama kekasihnya diamankan di Bali atas kasus penyelundupan narkotika.

"Identitas yang bersangkutan sudah dicatat, kita ada informasi yang bersangkutan akan masuk, lalu dilakukan pemeriksaan," jelas Victor.

Kemudian polisi melakukan pengembangan. Hasilnya, polisi berhasil mengamankan dua pelaku lain berinisial CS dan YC.

Dari tangan dua tersangka diamankan 4.000 butir ekstasi dalam empat bungkus plastik yang baru diambil dari kawasan Jakarta Timur.

Polisi memastikan, empat orang WNA yang diamankan itu bertindak sebagai kurir dengan upah ribuan ringgit untuk sekali pengantaran barang.

"NRA diupahi 2.000 Ringgit dan NN 1.000 Ringgit jika aksinya berhasil," ucap dia.

Kini keempat orang tersangka NRA, NN, CS dan YC, yang kini telah diamankan dapat dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 113 ayat (2) lebih subsider Pasal 112 (2) junti Pasal 132 ayat (1), dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

Viktor mengatakan, operasi ini dilakukan atas kerja sama dengan pihak Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta.

"Sebelumnya tersangka dengan inisial NR sudah tercatat di pihak Bea Cukai dan Imigrasi terkait," ujar dia. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini