Basarnas Sulut Intensifkan Pencarian Warga Tomohon Hilang Saat Berburu Tikus Hutan

Basarnas Sulut memimpin Pencarian Warga Tomohon Hilang, Yes Lefrand Mamanua, yang tak kembali usai berburu tikus hutan sejak Selasa malam. Tim SAR gabungan terus menyisir area perkebunan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Basarnas Sulut Intensifkan Pencarian Warga Tomohon Hilang Saat Berburu Tikus Hutan
Basarnas Sulawesi Utara melanjutkan upaya pencarian seorang warga Tomohon yang hilang saat berburu tikus hutan, memicu kekhawatiran keluarga dan tim SAR gabungan. (AntaraNews)

Yes Lefrand Mamanua, seorang pria berusia 60 tahun asal Kelurahan Kayawu, Tomohon, dilaporkan hilang sejak Selasa (30/12) malam setelah pergi berburu tikus hutan di area perkebunan Kayawu. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulawesi Utara kini memimpin operasi pencarian intensif untuk menemukan korban. Keluarga korban menyatakan kekhawatiran mendalam karena Yes Lefrand Mamanua belum kembali ke rumah hingga saat ini.

Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng, menjelaskan bahwa korban terakhir terlihat meninggalkan rumah sekitar pukul 22.00 WITA dengan membawa senapan menuju perkebunan yang dikenal sebagai Kebun Irang. Yes Lefrand Mamanua terakhir mengenakan sepatu lars kuning, topi coklat, dan membawa tas gendong abu-abu. Sebelum Basarnas turun tangan, upaya pencarian awal telah dilakukan oleh pihak kelurahan setempat bersama Bhabinkamtibmas.

Keluarga juga mengungkapkan bahwa Yes Lefrand Mamanua sempat mengeluhkan sakit di bagian dada pada November 2025, menambah kekhawatiran akan kondisi kesehatannya. Korban, yang merupakan seorang duda, tinggal bersama adik kandungnya, Syane Surentu–Mamanua, dan memiliki seorang anak laki-laki bernama Gilbert Mamanua. Laporan resmi orang hilang telah dibuat di Polres Tomohon oleh pihak keluarga untuk memfasilitasi Pencarian Warga Tomohon Hilang ini.

Setelah menerima informasi hilangnya Yes Lefrand Mamanua, Basarnas Sulawesi Utara segera merespons dengan menurunkan satu tim rescue lengkap ke lokasi. Tim ini dilengkapi dengan berbagai peralatan SAR modern, termasuk drone thermal yang sangat membantu dalam menyisir area luas perkebunan dan hutan. Penggunaan drone thermal menjadi krusial mengingat kondisi medan yang minim pencahayaan, terutama saat operasi berlangsung di malam hari.

Operasi Pencarian Warga Tomohon Hilang ini melibatkan kolaborasi berbagai unsur dalam Tim SAR Gabungan. Selain Basarnas Sulut, tim ini juga terdiri dari personel Polres Tomohon, Polsek Tomohon Utara, dan Koramil Tomohon Utara. Keterlibatan aparat keamanan sangat penting untuk koordinasi di lapangan serta pengamanan area pencarian.

Partisipasi aktif juga datang dari berbagai organisasi relawan dan masyarakat, seperti PMI Tomohon, RAPI, KPA Green Ranger, dan GM FKPPI Kelurahan Kayawu. Solidaritas tinggi ditunjukkan oleh pemerintah kelurahan, keluarga korban, dan masyarakat setempat yang turut memberikan informasi berharga serta dukungan logistik. Semua pihak bersatu padu dalam upaya menemukan Yes Lefrand Mamanua.

Fokus utama pencarian adalah menyisir area perkebunan secara menyeluruh, termasuk jalur-jalur yang biasa dilalui korban saat berburu. Tim juga menjelajahi titik-titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi keberadaan Yes Lefrand Mamanua. Semua pihak yang terlibat dalam operasi SAR gabungan ini berharap korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Yes Lefrand Mamanua, seorang pria berusia 60 tahun, merupakan warga Lingkungan III Kelurahan Kayawu, Kecamatan Tomohon Utara. Kepergiannya untuk berburu tikus hutan adalah aktivitas yang mungkin sudah menjadi kebiasaannya. Namun, kali ini ketidakpulangannya menimbulkan kecemasan besar di kalangan keluarga dan tetangga, memicu operasi Pencarian Warga Tomohon Hilang.

Keluarga korban mengungkapkan bahwa Yes Lefrand Mamanua sempat mengeluhkan sakit di bagian dada pada bulan November 2025. Informasi mengenai riwayat kesehatan ini menjadi salah satu faktor yang menambah kekhawatiran tim SAR dan keluarga. Kondisi kesehatan yang tidak prima bisa menjadi kendala serius jika korban tersesat atau mengalami insiden di area hutan yang luas.

Yes Lefrand Mamanua adalah seorang duda yang selama ini tinggal bersama adik kandungnya, Syane Surentu–Mamanua. Anaknya, Gilbert Mamanua (23), telah bekerja, menunjukkan adanya ikatan emosional yang kuat dan kemungkinan korban adalah sosok penting bagi keluarganya. Ketiadaan korban sangat dirasakan oleh orang-orang terdekatnya, yang terus menanti kabar baik.

Sebelum Basarnas terlibat, pihak Kelurahan Kayawu dan Bhabinkamtibmas telah melakukan pencarian awal di sekitar lokasi perkebunan. Langkah proaktif ini menunjukkan kepedulian komunitas setempat terhadap warganya. Keluarga juga telah diarahkan untuk membuat laporan resmi orang hilang di Polres Tomohon, prosedur standar untuk mengaktifkan pencarian yang lebih luas dan terkoordinasi oleh pihak berwenang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi