Barang Bukti Kasus Abu Tours akan Dilelang, Ada Sepatu hingga Pesantren

Jumat, 7 Februari 2020 13:50 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Barang Bukti Kasus Abu Tours akan Dilelang, Ada Sepatu hingga Pesantren Penyerahan barang bukti perkara PT Abu Tours dari jaksa ke kurator. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kejaksaan Tinggi Sulsel menyerahkan barang bukti perkara tindak pidana penggelapan dan pencucian uang dari terpidana Chaeruddin alias Heru, komisaris travel haji dan umrah PT Abu Tours ke kurator.

Penyerahan barang bukti ini oleh Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sulsel, Yudi Indragunawan berlangsung di aula Penerangan dan Hukum kantor Kejati Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Jumat (7/2). Dihadiri beberapa kurator yang telah ditunjuk Pengadilan Negeri Makassar, Kajari Makassar Nurni Farahyanti dan para Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Barang bukti yang diserahkan berupa barang bergerak dan tidak bergerak. Mulai dari sepatu dan koper bermerek, dompet sertifikat tanah, bangunan mulai dari restoran hingga pesantren. Lalu ada motor dan mobil yang selama ini dititipkan di Rubasan atau Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara.

Aset-aset PT Abu Tours yang merugikan puluhan ribu jemaah itu tersebar di beberapa wilayah di Indonesia selain di Kota Makassar seperti Jakarta, Palembang, Medan, Kendari dan Palu. Jumlah barang bukti aset PT Abu Tours yang memiliki nilai ekonomis dan telah diserahkan dari JPU ke kurator ini totalnya sebanyak 298 item.

"Hari ini kita melaksanakan eksekusi terhadap satu putusan pengadilan yang telah inkracht dari perkara PT Abu Tours. Eksekusi itu dua hal yakni eksekusi badan dan eksekusi barang bukti, pagi ini kita eksekusi barang bukti. Diserahkan ke kurator yang akan melakukan transaksi penilaian aset, pelelangan dan membagikan ke pihak yang berhak yakni jemaah dan agen," jelas Yudi Indragunawan.

Soal berapa nilai seluruh aset yang diserahkan itu dan setiap jamaah akan mendapatkan pengembalian uang senilai berapa, Aspidum Kejati Sulsel ini tidak bisa merinci lantaran hal tersebut kewenangan kurator.

Salah seorang kurator, Susy Tan mengatakan, aset-aset ini selanjutnya akan dilelang, apakah sekaligus atau secara bertahap.

Jenis aset yang paling pertama akan dilelang adalah mobil. Hal ini lantaran benda bergerak tersebut paling cepat proses lelangnya.

"Akan kita lihat satu per satu barang tak bergerak ini, jika berkasnya lengkap, cepat dilelang. Jika telah terkumpul hasil lelangnya misalnya Rp10 miliar, kita sampaikan ke hakim, apakah sudah bisa dibagi ke pihak yang berhak atau bagaimana," kata Susy.

Yang berhak menerima penggantian ganti rugi ini adalah mereka yang terdaftar. Ada kurang lebih 2.045 pihak yang akan menerima, baik atas nama jemaah maupun agen. Tiap satu agen itu rata-rata meregistrasi 200 hingga 400 nama jemaah.

Adapun soal berapa nilai ganti rugi yang akan diterima tiap jemaah atau agen, Susy belum memastikan karena tergantung nilai hasil penjualan aset. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Abu Tours
  3. Penipuan Umrah
  4. Makassar
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini