Bantuan Pertanian Papua Selatan: Mentan Kucurkan Rp1,3 Triliun untuk Modernisasi

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengucurkan Bantuan Pertanian Papua Selatan senilai Rp1,3 triliun pada tahun anggaran 2026, mendorong modernisasi dan peningkatan kesejahteraan petani di Merauke.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bantuan Pertanian Papua Selatan: Mentan Kucurkan Rp1,3 Triliun untuk Modernisasi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengucurkan Bantuan Pertanian Papua Selatan senilai Rp1,3 triliun untuk modernisasi sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani. Simak detailnya! (AntaraNews)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyerahkan bantuan sektor pertanian senilai Rp1,3 triliun untuk Provinsi Papua Selatan. Bantuan ini dialokasikan pada tahun anggaran 2026 guna memperkuat modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, serta mendorong kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, pada Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program cetak sawah dan optimalisasi lahan seluas 137.000 hektare.

Bantuan disalurkan melalui pemerintah daerah setempat sebagai bagian dari percepatan pembangunan pertanian berbasis mekanisasi. Langkah ini diharapkan dapat mendukung swasembada pangan dan meningkatkan daya saing sektor pertanian di Papua Selatan.

Paket bantuan yang disalurkan mencakup berbagai alat pertanian modern yang esensial untuk peningkatan produktivitas. Di antaranya adalah 122 unit combine harvester, 810 unit traktor roda dua, dan 477 unit traktor roda empat.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan 12 unit drone pertanian dan 1.188 unit pompa air untuk mendukung pengelolaan lahan. Seluruh peralatan dan mesin pertanian ini berfungsi untuk mengelola ratusan ribu hektare lahan pertanian di wilayah tersebut.

Menteri Amran Sulaiman menyatakan bahwa penggunaan alat dan mesin pertanian modern ini menunjukkan mekanisasi pertanian di Merauke telah sejajar dengan praktik pertanian di negara-negara maju seperti Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat. Kemampuan putra-putri daerah dalam mengoperasikan alat-alat canggih ini juga menjadi bukti peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

Selain alat berat, bantuan juga meliputi tiga juta kilogram pupuk, subsidi pupuk sebanyak 22.000 ton, dan 36.229 kilogram pestisida. Pemerintah juga memberikan 12 unit power thresher untuk mendukung proses pascapanen.

Tidak hanya itu, bantuan benih dan bibit kelapa senilai Rp12,2 miliar turut diberikan untuk memperkuat pengembangan komoditas perkebunan unggulan di Papua Selatan. Dukungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan sektor pertanian secara komprehensif.

Menteri Pertanian juga menekankan bahwa seluruh peralatan dan mesin pertanian yang diberikan merupakan aset publik. Oleh karena itu, ia mengingatkan para pemangku kepentingan untuk memanfaatkan bantuan ini secara optimal guna meningkatkan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan petani di Papua Selatan secara berkelanjutan.

Program ini juga berfungsi sebagai inisiatif transfer teknologi bagi generasi muda Papua Selatan. Tujuannya adalah agar mereka mampu menggunakan berbagai peralatan pertanian modern secara mandiri dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan kebanggaannya atas penguasaan alat pertanian modern oleh penduduk lokal. Hal ini mencerminkan keberhasilan pengembangan tenaga kerja pertanian di Papua.

Penggunaan drone, rice transplanter, combine harvester, hingga traktor modern, menunjukkan bahwa teknologi pertanian di Merauke telah setara dengan praktik pertanian di negara-negara maju. Ini membuktikan potensi besar Papua Selatan sebagai lumbung pangan.

Berkat mekanisasi pertanian, indeks pertanaman di Merauke telah meningkat menjadi dua kali tanam per tahun, melampaui rata-rata nasional yang berkisar 1,6 hingga 1,7 kali. Peningkatan ini berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional dan pendapatan petani.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi