Bantah Isu Mundur, Imam Nahrawi Temui Jokowi di Istana Bahas Sea Games 2019

Rabu, 1 Mei 2019 16:45 Reporter : Merdeka
Bantah Isu Mundur, Imam Nahrawi Temui Jokowi di Istana Bahas Sea Games 2019 Imam Nahrawi bersaksi di sidang kasus suap dana hibah KONI. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menepis isu Imam Nahrawi mengundurkan diri sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) setelah menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Selasa (30/4) sore. Pertemuan itu diketahui di luar agenda resmi Presiden Jokowi.

Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding mengaku malam harinya langsung menanyakan kabar pengunduran diri itu kepada Imam usai menemui Presiden Jokowi. Menurut Karding, Imam membantah kabar tersebut.

"Saya tanya apa benar sampean mundur. Di jawab Nahrawi, Oh enggak itu hoaks," kata Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding, di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/5).


Karding mengatakan, Imam mengaku menemui Presiden Jokowi guna membahas seputar SEA Games 2019 yang akan digelar di Filipina.

"Saya ke sana melaporkan rencana SEA Games di Filipina 2019," ujar Karding mengutip pengakuan Imam.

Terkait persoalan hukum yang menjerat rekan sejawatnya di PKB ini, Karding menyebut hal itu urusan dengan penegak hukum.

"Kita harus mengedepankan terkait apa yang disebut asas praduga tak bersalah sepanjang masih proses tidak boleh memvonis orang karena itu prinsip hukum yang dianut," kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, ini.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mendadak menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (30/4) sore. Pertemuan ini di luar agenda resmi Presiden Jokowi.

Imam terpantau datang ke Istana Negara menggunakan mobil Toyota Fortuner berpelat RI-49. Dia nampak buru-buru saat memasuki Istana Negara sehingga tak sempat memberikan pernyataan apapun kepada awak media.

Pertemuan tertutup itu berlangsung kurang lebih satu jam. Usai pertemuan, Imam irit bicara. Dia enggan membeberkan materi pertemuan dirinya dengan Kepala Negara.

"Hanya silaturahmi," ucap Imam singkat.

Pertemuan mendadak ini sehari setelah Imam Nahrawi menjadi saksi dalam kasus suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (29/4), dengan terdakwa Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI Johny E Awuy.

Nama Imam Nahrawi kerap disinggung menerima hadiah atau komitmen berupa uang Rp 1,5 miliar saat sidang kasus suap itu bergulir. Hal itu tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) milik Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Suradi yang dibacakan jaksa KPK dalam sidang terdakwa Ending.

Dalam BAP yang dibacakan oleh Jaksa KPK Titto Jaelani, Suradi menyebut pada Kamis, 13 Desember 2018 Ending Fuad Hamidy mengarahkan pembuatan alternatif pembiayaan kegiatan pada KONI sebesar Rp 17,9 miliar.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini