Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Sitti Husniah Talenrang, secara langsung mendistribusikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial (bansos) kepada warga di wilayah dataran tinggi. Kegiatan penting ini berlangsung di Kecamatan Tinggimoncong, Paragi, dan Tombolopao, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Pendistribusian Bansos Gowa ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat serta mendorong peningkatan kualitas hidup mereka. Bupati Husniah Talenrang secara khusus menekankan pentingnya penggunaan bantuan tersebut secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan keluarga, bukan untuk disalahgunakan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Gowa juga mengajak seluruh penerima manfaat untuk terus bersemangat dalam berusaha demi mencapai kemandirian sejati. Ia berharap bantuan ini menjadi pemicu semangat untuk meningkatkan kesejahteraan, bukan menjadi sumber ketergantungan semata.
Advertisement
Advertisement
Dalam sambutannya, Bupati Sitti Husniah Talenrang menegaskan bahwa kesejahteraan sejati lahir dari kemandirian dan kerja keras. Oleh karena itu, ia mengajak para penerima Bansos Gowa untuk menjadikan bantuan ini sebagai langkah awal menuju peningkatan kualitas hidup yang berkelanjutan.
"Harapan saya, bantuan hari ini bukan menjadi sumber ketergantungan, tetapi langkah awal menuju kemandirian," ujarnya. "Saya ingin setiap keluarga mampu meningkatkan kualitas hidup, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pendapatan. Hingga akhirnya dapat graduasi dari program bantuan ini."
Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga integritas program seperti PKH dan bantuan sembako agar tidak disalahgunakan di luar pedoman yang telah ditetapkan. Kelengkapan data dan administrasi menjadi pondasi utama untuk memastikan program berjalan transparan dan akuntabel, sehingga Bansos Gowa dapat tepat sasaran.
Advertisement
Advertisement
Distribusi KKS PKH dan sembako ini menjangkau total 88 keluarga di tiga kecamatan dataran tinggi Gowa. Rinciannya, 19 keluarga di Kecamatan Tinggimoncong, 11 keluarga di Kecamatan Parigi, dan 58 keluarga di Kecamatan Tombolopao mendapatkan bantuan langsung ini.
Selain Bansos Gowa berupa KKS PKH, pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan pangan beras dalam periode Juni-Juli 2025. Sebanyak 47.184 keluarga telah menerima bantuan beras, dengan masing-masing keluarga mendapatkan 20 kg beras, menunjukkan cakupan bantuan yang luas.
Bupati Husniah Talenrang turut mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam menyukseskan program Bansos Gowa. Mulai dari perangkat daerah, pendamping PKH, Baznas, perbankan, hingga mitra kerja lainnya, semua berperan aktif dalam memperkuat data, menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, serta menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Salah satu penerima Bansos Gowa, Dedi, seorang penyandang tuna netra, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah. Kisahnya menjadi bukti nyata dampak positif dari program ini terhadap kehidupan individu.
“Setiap hari saya bekerja memilah sampah, Bu. Penghasilan saya hanya sekitar Rp7.500 per hari. Dengan bantuan dari pemerintah, saya merasa sangat terbantu. Sekali lagi, terima kasih banyak, Ibu Bupati,” ucap Dedi, menyampaikan apresiasinya secara langsung.
Bupati Gowa juga mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat gotong-royong, nilai luhur yang menjadi kekuatan bangsa. "Mari kita perkuat solidaritas sosial, agar tidak ada satu pun saudara kita yang tertinggal dalam perjalanan menuju kesejahteraan," tambahnya. Setelah pendistribusian KKS, Bupati melanjutkan kunjungan dengan meninjau proses pengaspalan Jalan Samiun dan Jalan Bakti di Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, menunjukkan perhatian terhadap infrastruktur.
Advertisement
Sumber: AntaraNews