Banjir Guci, Bupati Tegal: Wisatawan Tak Usah Khawatir, Debit Air Mulai Surut

Akibat kejadian itu, pipa saluran air panas yang terhubung ke vila dan Hotel kawasan Guci secepatnya akan diperbaiki.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Banjir Guci, Bupati Tegal: Wisatawan Tak Usah Khawatir, Debit Air Mulai Surut
Banjir Guci, Bupati Tegal: Wisatawan Tak Usah Khawatir, Debit Air Mulai Surut (Merdeka.com)

Banjir bandang yang merusak fasilitas obyek wisata pemandian air panas Guci Kabupaten Tegal telah surut. Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman mengatakan derasnya arus banjir disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi pada Sabtu siang sampai sore kemarin.

"Untuk saat ini kondisinya sudah normal. Debit air mulai surut. Banjir yang melanda wisata Guci diakibatkan intensitas curah hujan yang cukup tinggi," kata Ischak, Minggu (21/12).

Akibat kejadian itu, pipa saluran air panas yang terhubung ke vila dan Hotel kawasan Guci secepatnya akan diperbaiki. Sebab sebelumnya pipa di kolam pemandian 13 Guci terbawa arus banjir bandang.

Sedangkan untuk para wisatawan yang hendak datang berwisata diminta tenang karena nantinya tetap bisa menggunakan fasilitas air panas.

"Jadi pipa-pipa yang menyalurkan sumber air panas ke vila-vila ikut terbawa arus banjir. Kita sudah koordinasi dan besok mulai memperbaiki. Sehingga wisawatan yang ada di vila dan penginapan sudah bisa menikmati air panas air maupun hangat dari Guci," ungkapnya.

Sedangkan sarana wisata air panas Guci tetap berjalan normal. Sehingga, para wisatawan dari luar kota tetap bisa berkunjung dengan aman. Para wisatawan, bisa berlibur ke Guci khususnya selama momen libur panjang akhir tahun.

"Kami sampaikan juga kepada para wisatawan dan masyarakat Indonesia yang berkunjung ke Guci ini aman, tidak perlu khawatir. Kondisi saat ini kami pastikan sudah normal kembali. Kami dari Pemkab Tegal sudah siap menyambut para wisatawan menikmati masa liburan panjang akhir tahun," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir bandang Sabtu (20/12) pukul 14.00 wib melanda area hulu pegunungan dekat kawasan Guci membuat pipa saluran air panas di pemandian 13 Guci terbawa arus. Kolam pemandian 13 juga hancur karena terkena arus banjir.

Hujan lebat membuat arus sungai mengalami peningkatan signifikan hingga membawa sedimentasi lumpur, sampah dan banyak dahan pohon dari hulu sampai ke hilir sungai.

"Potongan-potongan pohon yang terbawa arus itu dari ranting yang roboh dari hulu. Dan pas banjirnya datang, debit air sungainya memang meningkat. Tetapi kami pastikan tidak ada korban jiwa," kata Kepala BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan.

Sejumlah pengunjung yang sedang berendam di kolam air panas juga berhasil diselamatkan petugas dari banjir. Sebab saat banjir melanda, sejumlah petugas di kawasan wisata Guci sudah mendeteksi adanya air sungai yang keruh sebagai pertanda datangnya air bah.

"Makanya dari video yang beredar di medsos kelihatan banyak pengunjung masih basah kuyup. Itu karena mereka habis diselamatkan dari kolam pemandian. Untungnya petugas sigap melihat pertanda alam di lokasi pemandian jadi tidak ada korban jiwa," jelasnya.

Wisata Guji Diterjang Banjir: Bupati Sebut Kondisi Sudah Normal, Pipa Rusak Dalam Perbaikan
Banjir bandang yang menerjang kawasan Objek Wisata Air Panas Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (20/12/2025). (Foto: Tangkapan layar dari video BNPB). © 2025 Liputan6.com

Selain di pemandian air panas Guci, pihaknya juga sedang menangani limpasan air sungai di Kabupaten Pemalang. Di Pemalang, sejumlah petugas BPBD sedang menginventarisir kerugian materiil yang ditimbulkan dari kejadian banjir hari ini.

"Di Pemalang juga ada banjir dari luapan sungai. Kita sedang pastikan apakah ada korban jiwa, kerugiannya berapa, tim sedang cek ke sana," tandasnya.

Rekomendasi