Banjir dan Longsor di Batang, Jalur KA Pantura Dialihkan ke Selatan

Minggu, 27 Januari 2019 12:27 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Banjir dan Longsor di Batang, Jalur KA Pantura Dialihkan ke Selatan banjir dan longsor di jalur kereta batang. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop IV Semarang mengalihkan arus lalu-lintas KA jalur Pantura ke selatan. Langkah itu dilakukan untuk memperlancar perjalanan kereta dari berbagai jurusan.

Sebab, terjadi banjir di jalur KA antara Stasiun Batang dan Ujungnegoro di KM 76+1/8. Sementara longsor menerjang jalur KA antara Stasiun Kuripan dan Plabuhan tepatnya KM 54+3/4, Minggu (27/1) dini hari.

"Jalur kereta yang melewati Pantura dari berbagai jurusan kami alihkan jalur selatan melalui Tegal, Purwokerto, Yogya, Solo, Kedungjati, Brumbung, Semarang, dan sebaliknya. Akibatnya sejumlah kereta mengalami keterlambatan dua jam lebih," kata Manager Humas PT KAI Daop IV, Semarang, Krisbiyantoro saat dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (27/1).

Dia menyebut kejadian banjir menimpa jalur kereta akibat hujan lebat pada malam hari menyebabkan sejumlah jalur kereta terhambat dan tidak bisa dilewati lantaran jalur terendam 59 cm.

"Pukul 02.00 WIB, petak jalan Batang-Ujungnegoro KM 76+0/4 dan KM 76+1/8 arah Surabaya dinyatakan tak bisa dilewati untuk operasional KA karena terendam air setinggi 50 cm di atas kopel rel," terang Krisbiyantoro dalam keterangan resmi, Minggu pagi.

banjir dan longsor di jalur kereta batang 2019 Merdeka.com/istimewa


Kondisi itu pun membuat sejumlah KA dari Jakarta dan Bandung pun terhenti dan mengalami keterlambatan hingga dua jam lebih.

KA dari arah barat yang mengalami keterlambatan itu antara lain KA Sembrani, KA Menoreh, KA Anggrek, KA Harina, dan beberapa KA barang.

Sementara KA dari arah Surabaya yang terdampak dan juga mengalami keterlambatan hingga dua jam lebih, yakni KA Kertajaya, KA Matarmaja, KA Majapahit, dan beberapa kereta barang.

"Saat ini KA bisa tetap beroperasi, hanya pada petak jalan antara Stasiun Ujungnegoro-Batang dan Kuripan-Plabuhan menggunakan satu jalur," terang Krisbiyantoro.

Lebih lanjut, pasca hujan menyebabkan banjir sejumlah jalur KA, pada pukul 03.05 WIB, air yang menggenang di jalur antara Stasiun Batang-Ujungnegoro mulai surut dengn ketinggian 23 cm.

"Air kembali surut pada ketinggian 5 cm di atas kopel rel pada pukul 04.39 WIB dan perjalanan bisa kembali dilanjutkan," kata Krisbiyantoro. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini