Banjir bandang terjang 2 desa di Sanggau Kalimantan Barat, 1 petani tewas
Merdeka.com - Banjir bandang menerjang dua desa di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, sejak Kamis dini hari hingga pagi tadi. Selain memporakporandakan rumah warga, juga mengakibatkan longsoran dan menyapu kolam ikan warga.
Keterangan diperoleh merdeka.com dari BPBD Kabupaten Sanggau, peristiwa banjir bandang itu terjadi sejak pukul 03.00 Wita dini hari tadi, usai guyuran hujan berkepanjangan.
"Banjirnya selama 3 jam ya, dari jam 3 sampai jam 6 pagi tadi, karena memang hujan cukup lama," kata Kepala BPBD Kabupaten Sanggau Bernadus Anggoi, Kamis (15/3).

BPBD menginventarisir akibat yang ditimbulkan dari banjir bandang itu. Ada 2 lokasi yang cukup parah pascakejadian. Pertama di Desa Teraju, meski ketinggian banjir menyurut drastis, tetap berpotensi kembali diguyur hujan.
Di Desa Lumut, akibar banjir yang disebabkan guyuran hujan cukup lama, mengakibatkan Sungai Ensiling meluap disertai arus deras, dengan kerugian puluhan juta rupiah. "Banjir melanda kolam ikan yang disapu arus, kemudian ada longsoran yang mengakibatkan tanah berdirinya dapur rumah warga tergerus," ujar Bernadus.
Selain kerugian materil, sapuan banjir bandang juga mengakibatkan korban jiwa. Seorang petani asal Pulau Jawa, Una (40), yang tercatat sebagai pekerja di kolam ikan, meninggal dunia.

"Karena unit rumah penangkar bibit ikan tergerus di bagian bawah kolongnya, akibat dari bendungan pengendali air jebol. Jenazahnya dimakamkan hari ini juga di desa Belungai," ungkap Bernadus.
Dari pendataan secara keseluruhan, kerugian diderita diperkirakan mencapai rarusan juta rupiah, lantaran memang sedikitnya menyapu 4 kolam ikan beserta ikan di dalam kolam. "Data-data itu laporan sementara ya, dari peristiwa banjir itu," demikian Bernadus.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya