Bahaya Tidur di Pagi Hari, Bisa Ganggu Sistem Kekebalan Tubuh

Pola tidur yang tidak teratur dapat melemahkan imunitas, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi, termasuk DBD.

Arfandi Ibrahim
Oleh Arfandi Ibrahim - Reporter
Bahaya Tidur di Pagi Hari, Bisa Ganggu Sistem Kekebalan Tubuh
Demam berdarah dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. (Foto: Pexels/Pixabay) (© 2025 Liputan6.com)

Tidur di pagi hari setelah matahari terbit dapat meningkatkan kemungkinan terpapar Demam Berdarah Dengue (DBD). Aktivitas nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan vektor virus dengue, mencapai puncaknya pada pagi hingga siang hari, sehingga waktu tersebut menjadi rentan bagi masyarakat yang tidak berhati-hati.

Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Sunarty Labadjo, menyatakan bahwa tidur di pagi hari tanpa perlindungan yang memadai dapat meningkatkan risiko terkena gigitan nyamuk. Nyamuk ini berkembang biak dengan baik di lingkungan lembap dan tempat yang tergenang air.

"Waktu pagi hingga menjelang siang adalah saat nyamuk Aedes aegypti paling aktif. Mereka kerap ditemukan di area dengan genangan air seperti bak mandi, saluran air yang tergenang, serta pot bunga. Jika seseorang tidur tanpa perlindungan, kemungkinan terkena gigitan meningkat," ungkap Sunarty pada Senin (10/2).

Ia menambahkan bahwa tidur di pagi hari tidak hanya meningkatkan paparan terhadap nyamuk, tetapi juga dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. Pola tidur yang tidak teratur dapat melemahkan imunitas, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi, termasuk DBD.

"Gangguan pada sistem imun membuat tubuh kurang mampu menangkal infeksi. Oleh sebab itu, pola tidur yang teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan," jelasnya.

Untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk, Sunarty merekomendasikan agar masyarakat secara rutin membersihkan lingkungan dan memastikan tidak ada genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk.

"Langkah utama pencegahan adalah memastikan tidak ada tempat berkembang biaknya nyamuk, seperti wadah bekas yang terisi air, pot bunga, dan ember. Lingkungan bersih akan membantu memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti," tambahnya.

Sunarty juga menyarankan penggunaan kelambu atau pemasangan pelindung pada jendela untuk mencegah masuknya nyamuk saat tidur di pagi hari. Selain itu, penggunaan obat anti-nyamuk, baik yang berbahan kimia maupun alami, dapat membantu melindungi diri dari gigitan.

"Tidak masalah tidur pagi asalkan rumah bebas nyamuk dan terlindungi dengan baik. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan untuk meminimalisir risiko DBD," pungkas Sunarty.

Dengan meningkatnya edukasi dan kesadaran masyarakat, diharapkan kasus DBD dapat terus menurun dan kesehatan warga Gorontalo tetap terjaga.

Rekomendasi