Badan Geologi Catat Getaran Erupsi Gunung Ibu Maluku Utara Selama 50 Detik

Badan Geologi mencatat erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, dengan getaran seismogram selama 50 detik, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap aktivitas Erupsi Gunung Ibu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Badan Geologi Catat Getaran Erupsi Gunung Ibu Maluku Utara Selama 50 Detik
Badan Geologi mencatat erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, dengan getaran seismogram selama 50 detik, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap aktivitas Erupsi Gunung Ibu. (AntaraNews)

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan terjadinya erupsi Gunung Ibu. Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Jumat siang. Getaran erupsi terekam pada seismogram selama sekitar 50 detik, menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa erupsi terjadi pada pukul 11.42 Wita. Alat seismograf mencatat amplitudo maksimum sebesar 28 milimeter saat kejadian tersebut. Meskipun lontaran abu vulkanik tidak teramati, status Gunung Ibu tetap pada Level II atau Waspada.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa Gunung Ibu masih menunjukkan potensi aktivitas vulkanik yang memerlukan perhatian serius dari masyarakat sekitar. Pihak berwenang terus memantau perkembangan gunung api tersebut secara berkala.

Erupsi Gunung Ibu yang terjadi pada Jumat siang menunjukkan karakteristik getaran yang cukup kuat, dengan durasi terekam mencapai 50 detik. Amplitudo maksimum 28 milimeter yang tercatat pada seismogram mengonfirmasi kekuatan letusan tersebut. Meskipun demikian, lontaran abu vulkanik tidak dapat diamati secara visual oleh petugas pos pengamatan.

Status Gunung Ibu saat ini masih berada pada level Waspada (Level II), yang berarti ada peningkatan aktivitas di atas normal. Status ini mengharuskan masyarakat dan pihak terkait untuk tetap siaga. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa potensi erupsi lanjutan masih ada dan perlu diwaspadai.

Penetapan status Waspada didasarkan pada data pemantauan seismik dan visual yang konsisten menunjukkan adanya pergerakan magma atau aktivitas vulkanik lainnya. Badan Geologi terus melakukan evaluasi terhadap parameter-parameter gunung api untuk memastikan keselamatan warga.

Menanggapi aktivitas Erupsi Gunung Ibu, Badan Geologi mengeluarkan beberapa rekomendasi penting bagi masyarakat sekitar. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Pembatasan ini bertujuan untuk menghindari potensi bahaya langsung dari letusan.

Selain itu, terdapat perluasan wilayah larangan hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara. Perluasan zona bahaya ini menunjukkan adanya potensi ancaman dari arah tersebut. Masyarakat diminta untuk mematuhi zona aman yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.

Apabila terjadi hujan abu vulkanik, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung diri. Pelindung hidung dan mulut, seperti masker, serta pelindung mata berupa kacamata sangat dianjurkan. Langkah ini penting untuk melindungi kesehatan pernapasan dan mata dari dampak abu vulkanik.

Badan Geologi juga menekankan pentingnya menjaga situasi kondusif di tengah informasi yang beredar. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu mengikuti arahan pemerintah daerah. Hal ini krusial untuk mencegah kepanikan dan misinformasi.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta untuk terus berkoordinasi aktif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Koordinasi juga perlu dilakukan dengan Pos Pengamatan Gunung Ibu yang berlokasi di Desa Gam Ici, Kabupaten Halmahera Barat. Kerjasama ini memastikan aliran informasi yang akurat dan terkini.

Informasi terbaru mengenai aktivitas gunung api dapat diperoleh melalui saluran resmi dari PVMBG dan Pos Pengamatan Gunung Ibu. Ketersediaan informasi yang valid sangat penting bagi masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan yang tepat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi