Sebuah video menayangkan kekerasan terhadap balita viral di media sosial. Tayangan tersebut juga diunggah Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni di akun Instagramnya.
Dalam tayangan tersebut, terlihat seorang balita mendapatkan penyiksaan. Balita itu terbaring di tanah, sementara wajah dan perutnya tampak diinjak oleh kaki dewasa dan menjerit kesakitan. Peristiwa ini diketahui terjadi di Purwakarta, Jawa Barat.
Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi membenarkan kejadian tersebut. Enjang mengatakan tindak kekerasan itu dilakukan oleh Dodi Hermawan yang tak lain ayah dari korban. Dodi pun kini telah diamankan.
"Pelaku sudah dapat kami amankan, proses penyidikan sedang berjalan," kata Enjang saat dikonfirmasi wartawan via sambungan telepon, Jumat (4/7).
Advertisement
Enjang menjelaskan, alasan Dodi melakukan penyiksaan itu lantaran ada cekcok dengan istrinya. Istri Dodi, pergi ke rumah orang tuanya sudah dua minggu. Pelaku diduga marah dan meminta istrinya pulang.
"Dugaan awal karena konflik rumah tangga ya. Sehingga motivasinya si pelaku ini membuat video dengan menyiksa anaknya untuk dikirimkan kepada istrinya yang informasinya sedang di rumah orang tuanya. Tapi nanti ini kan masih menunggu pemeriksaan ya,” kata Enjang.
Adapun terkait kondisi korban, Enjang menyebut mengalami memar akibat penyiksaan. Polisi masih mendalami kemungkinan seringnya pelaku menganiaya anaknya.
“Memar-memar. Ada luka memar di beberapa bagian tubuh,” kata Enjang.
Dia melanjutkan bahwa polisi mengamankan Dodi pada Jumat (4/7) pagi. Adapun terkait kejadian penyiksaan tersebut masih didalami kepolisian.
“Nah ini nanti kita pemeriksaan dulu. Ini kan baru didapat. Gak tau kita buat videonya kapan ya. Karena kan dari si pelaku ngirimnya sih. Ngirim ke istrinya. Nah sama istrinya dikirim lagi ke keluarga yang di neneknya itu. Ya kira-kira mungkin semingguan ini mungkin ya. Tapi kita gak bisa pastikan,” kata Enjang.