Awal Mula Terbongkarnya Dugaan Asusila Kapolres Ngada, Video Diunggah ke Situs Porno di Australia Tahun 2024

Saat polisi Federal Australia melakukan pelacakan, konten itu diunggah di NTT dan ada wajah Kapolres Ngada.

Ananias Petrus
Oleh Ananias Petrus - Reporter
Awal Mula Terbongkarnya Dugaan Asusila Kapolres Ngada, Video Diunggah ke Situs Porno di Australia Tahun 2024
Awal Mula Terbongkarnya Dugaan Asusila Kapolres Ngada, Video Diunggah ke Situs Porno di Australia Tahun 2024 (Merdeka.com)

Tidak hanya mencabuli tiga orang anak di bawah umur, eks Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma Luman Sumaatmaja tega menjual video aksi cabulnya ke sebuah situs pornografi Australia.

Hal ini terungkap ketika Polisi Federal Australia menginformasikan kepada Mabes Polri serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bahwa telah terjadi pengunggahan video porno pada salah situs dewasa pada pertengahan 2024 lalu.

Polisi Australia Melacak Konten di Situs Porno

Polisi Federal Australia kemudian melacak asal konten dan diketahui diunggah dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam unggahan itu terdapat wajah eks Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma Luman Sumaatmaja beserta anak berusia tiga tahun yang sedang dicabuli.

"Awalnya kami diminta Polda NTT untuk melakukan pendampingan terhadap korban-korban di bawah umur. Informasi awal dari Kementerian PPA dan diteruskan ke Polda NTT," jelas Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kupang, Imelda Manafe, Selasa (11/3) sore.

Menurutnya, Kementerian PPA awalnya menginformasikan kasus itu ke Polda NTT yang akhirnya meneruskan ke pihaknya dua minggu lalu untuk melakukan pendampingan terhadap para korban.

"Kami melakukan pendampingan terhadap para korban dengan melibatkan psikolog maupun pendamping sosial. Saat ini ada satu orang korban yang kami didampingi, sedangkan korban usia di bawah lima tahun diserahkan kembali kepada orang tuanya," tutup Imelda Manafe.

Rekomendasi