Atasi Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Geser Dana BTT untuk Operasi Modifikasi Cuaca

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, anggaran OMC telah disiapkan untuk kebutuhan selama satu bulan penuh, menyusul tingginya intensitas hujan.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Atasi Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Geser Dana BTT untuk Operasi Modifikasi Cuaca
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di lokasi pembongkaran tiang monorel mangkrak (Liputan6)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menggeser anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membiayai operasi modifikasi cuaca (OMC). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan hujan ekstrem dan mencegah banjir yang diprediksi masih akan melanda ibu kota.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, anggaran OMC telah disiapkan untuk kebutuhan selama satu bulan penuh, menyusul tingginya intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

"Kalau untuk anggaran OMC, jadi kami sudah menganggarkan untuk satu bulan ini. Bahkan terus terang ada pergeseran BTT," kata Pramono di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (19/1).

Meski tak merinci anggaran BTT yang dipakai, Pramono menjelaskan bahwa pergeseran BTT dilakukan untuk memastikan pengendalian hujan ekstrem dan banjir di Jakarta dilakukan secara optimal, terutama hingga periode setelah perayaan Imlek.

"Bagaimana pun persoalan hujan, penanganan banjir selama satu bulan ini sampai setelah Imlek, bagi saya, setiap hari saya kontrol sendiri," kata dia.

Pramono menyampaikan, penggunaan anggaran OMC kali ini berbeda dibandingkan kebijakan sebelumnya. Menurut Pramono, anggaran modifikasi cuaca kini tidak lagi dibatasi hanya untuk beberapa kali penerbangan atau sortie.

"Karena anggarannya tidak seperti dulu. Dulu anggarannya hanya untuk modifikasi cuaca paling 3,4,5 kali. Ini mau sebulan pun akan diambil," ujarnya.

Terkait mekanisme pergeseran BTT, Pramono menegaskan langkah tersebut telah sesuai dengan ketentuan anggaran daerah. Ia bilang, pergeseran anggaran sudah dimungkinkan karena telah tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Sudah masuk APBD. Pokoknya inilah untuk kontingensi, supaya Jakarta jangan sampai curah hujannya seperti hari Sabtu-Minggu kemarin," kata Pramono.

Rekomendasi