PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lonjakan signifikan jumlah pemudik yang berangkat dari Stasiun Gambir. Hingga pukul 08.00 pada Jumat, sebanyak 17.231 orang telah memulai perjalanan mudik mereka. Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk pulang kampung menjelang hari raya.
Para pemudik dari Stasiun Gambir memiliki sejumlah tujuan favorit yang didominasi oleh kota-kota di Jawa. Destinasi populer termasuk Semarang, Tawang, Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon, dan Bandung. Hal ini mencerminkan pola perjalanan mudik yang terpusat pada kota-kota besar di Pulau Jawa.
Kepala Stasiun Besar Gambir, Ganjar Mairizal, mengungkapkan bahwa tren pembelian tiket untuk Mudik Lebaran 2026 lebih cepat habis dibandingkan hari biasa. Pembelian tiket terkonsentrasi pada tanggal favorit, yaitu H-3 hingga H-1 Lebaran, dengan tiket kereta unggulan dan kelas eksekutif paling cepat terjual habis.
Advertisement
Advertisement
Ganjar Mairizal menyoroti beberapa tantangan utama yang dihadapi dalam penyelenggaraan Mudik Lebaran tahun ini. Tantangan tersebut meliputi lonjakan penumpang yang sangat tinggi serta keterbatasan kapasitas kursi atau tempat duduk. Selain itu, kepadatan saat puncak arus mudik juga menjadi perhatian serius bagi pihak stasiun. Aspek keamanan, ketertiban, serta kenyamanan penumpang juga menjadi prioritas utama yang harus dijaga dengan baik.
Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, PT KAI telah mengambil berbagai langkah antisipasi. Pihaknya menambah kapasitas perjalanan kereta api untuk menampung lebih banyak pemudik. Perbaikan fasilitas di stasiun juga terus dilakukan guna meningkatkan kenyamanan. Digitalisasi layanan serta penguatan pengamanan menjadi fokus utama, diiringi koordinasi lintas instansi yang intensif.
Ganjar juga menyampaikan pesan penting bagi para pemudik untuk memastikan perjalanan yang aman dan nyaman. "Pesan untuk pemudik tahun ini, rencanakan perjalanan dari jauh hari, kemudian datang lebih awal ke stasiun," ujar Ganjar. Ia juga menekankan pentingnya menjaga barang bawaan masing-masing, mematuhi aturan, dan mengikuti arahan dari petugas.
Advertisement
Selain itu, pemudik diimbau untuk selalu memperhatikan jadwal dan informasi perjalanan kereta api terbaru. Menjaga kebersihan dan kesehatan selama perjalanan adalah hal yang krusial. Mengutamakan keselamatan keluarga serta saling menghargai sesama pemudik sesuai slogan "Mudik Nyaman Perjalanan Aman" juga sangat ditekankan.
Advertisement
Stasiun Gambir telah menyediakan beragam fasilitas untuk menunjang kenyamanan para pemudik selama menunggu keberangkatan. Fasilitas tersebut mencakup tempat bermain anak yang ramah keluarga, coworking space bagi yang membutuhkan ruang kerja, dan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Berbagai fasilitas ini diharapkan dapat membuat pengalaman mudik menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa total kapasitas tempat duduk KA jarak jauh yang disediakan selama periode angkutan Lebaran mencapai 1.083.623. Dari jumlah tersebut, sebanyak 743.786 tiket telah terjual, menunjukkan rata-rata okupansi mencapai 69 persen. Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api.
Meskipun tiket untuk tanggal keberangkatan favorit sudah banyak yang habis, KAI masih menyediakan 333.255 tempat duduk. Ketersediaan ini terutama untuk keberangkatan hingga 1 April 2026, yang berfokus pada periode arus balik. Hal ini memberikan pilihan bagi pemudik yang belum mendapatkan tiket untuk kembali ke kota asal.
Advertisement
Franoto mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik sejak dini, terutama untuk keberangkatan setelah Lebaran. "Untuk keberangkatan setelah Lebaran, yakni 23 Maret hingga 1 April 2026, ketersediaan tempat duduk masih cukup banyak, mencapai lebih dari 316 ribu kursi," katanya. Perencanaan awal akan membantu pemudik mendapatkan tiket sesuai jadwal yang diinginkan.
Sumber: AntaraNews