Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anomali PAD Pemprov Jabar di Tengah Pandemi, Sempat Terpuruk Kini Mulai Positif

Anomali PAD Pemprov Jabar di Tengah Pandemi, Sempat Terpuruk Kini Mulai Positif Gedung Sate. Liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Barat dari sektor pajak mengalami anomali akibat pandemi Covid-19. Penurunan tajam terjadi saat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun kembali membaik usai ada relaksasi.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat, Hening Widiatmoko mengungkapkan, realisasi pendapatan dari pajak sebelum pandemi di medio Januari hingga Maret mencapai Rp 707 miliar. Angka itu kemudian merosot hingga Rp 631 miliar.

Penurunan tajam kembali terjadi saat periode April hingga Mei dengan realisasi sebesar Rp 470 miliar. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh pendapatan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) I dan II tidak berjalan maksimal.

Ini termasuk wilayah Bogor, Depok dan Bekasi yang merupakan salah satu kantong pendapatan terbesar untuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam kondisi normal, pendapatan per hari di wilayah Bodebek mencapai 0,25 persen hingga 0,30 persen dari target. Namun angkanya merosot di 0,16 persen.

Masa pandemi yang terjadi pun membuat Gaikindo terimbas. Industri otomotif periode itu sempat berhenti produksi. Namun, Pada Juni capaian pendapatan meningkat mencapai Rp 643 miliar. Hingga akhirnya, pada Juli sudah Rp 738 miliar.

"Laporan Pak Gubernur (Ridwan Kamil kepada Presiden Joko Widodo) soal animo kenaikan pendapatan sektor pajak di masa pandemi itu betul, ada tren positif," kata Hening di Bandung, Rabu (12/8).

Pihaknya pun membuat sistem secara daring dan kebijakan membebaskan denda untuk mempermudah masyarakat melakukan pembayaran pajak. Dalam catatannya, sejak Juni, pendapatan kembali pulih per harinya ke angka 0,30 persen dari target.

"Masyarakat itu meski terdampak ekonomi, tetap mau membayar pajak. Kami juga menyelaraskan instruksi Mendagri (Menteri Dalam Negeri) agar daerah memberikan relaksasi pajak daerah pada masyarakat," ujarnya.

Bapenda Jabar mencatat semester I 2020 ini pendapatan daerah sudah mencapai 44% dari target dengan realisasi sebesar Rp 16,2 triliun. Sementara dari sektor pendapatan asli daerah sudah mencapai 42 persen dari target dengan realisasi Rp 8,9 triliun.

"Memang jangan dibandingkan secara year on year dengan 2019, tapi di masa pandemi seperti ini realisasi ini membuat kita lega," pungkasnya. (mdk/fik)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP