Anggota DPR Usul Tenaga Medis dan Relawan dari Mahasiswa dan Akademi Perawat

Minggu, 22 Maret 2020 20:04 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Anggota DPR Usul Tenaga Medis dan Relawan dari Mahasiswa dan Akademi Perawat Rumah sakit karantina pasein corona di Aceh. ©2020 AFP PHOTO/CHAIDEER MAHYUDDIN

Merdeka.com - Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengaku banyak menerima informasi jika tenaga medis cukup terbatas. Pemerintah harus benar-benar memikirkan ketersediaan tenaga dan fasilitas medis. Ini untuk mendukung keberadaan rumah sakit darurat Corona.

Dia mendorong pemerintah gencar membuka rekrutmen relawan untuk membantu penanganan pasien Corona.

"Kami menyarankan agar pemerintah bekerja sama dengan akademi-akademi keperawatan untuk mencari relawan penunjang tenaga medis rumah sakit darurat Corona. Mahasiswa keperawatan di tingkat akhir bisa didorong untuk mendaftarkan diri," ujarnya kepada wartawan, Minggu (22/3).

Politikus PKB ini menggarisbawahi rekrutmen tenaga medis ini harus disertai dengan jaminan keselamatan. Alat pelindung diri (APD) bagi relawan ini harus benar-benar tersedia, serta disertai kontrak kerja yang jelas.

"Selain itu para mahasiswa kedokteran juga bisa dilibatkan dalam upaya menutupi tenaga medis untuk menangani pasien Corona," katanya.

Dia mendukung penuh keputusan pemerintah memanfaatkan wisma atlet Kemayoran sebagai rumah sakit darurat Corona atau Covid-19. Selain berada di lokasi strategis, fasilitas wisma kompleks atlet Kemayoran cukup memadai jika digunakan sebagai rumah sakit darurat.

"Wisma atlet ini total mampu menampung lebih dari 22.000 pasien, jadi jika digunakan sebagai rumah sakit darurat maka relatif mencukupi," ungkap dia.

Dia mengatakan pasca perhelatan Asian Games tahun 2018, fasilitas milik negara tersebut masih kosong sehingga memungkinkan digunakan dalam kondisi darurat.

Apalagi fasilitas seperti tempat tidur, lemari pakaian, kursi dan meja tamu, pendingin ruangan dan penghangat air di setiap kamar mandi masih terawat dengan baik karena masih dalam tanggung jawab Kementerian PUPR.

"Ada dana Rp 5 miliar per tahun yang dialokasi sebagai biaya perawatan asset negara tersebut sehingga semua fasilitas di wisma masih terjaga dengan baik," katanya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini