Anggota DPR Minta Pemerintah Ambil Sikap Tegas Terkait Pesawat Boeing 737 Max 8

Kamis, 14 Maret 2019 23:33 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Anggota DPR Minta Pemerintah Ambil Sikap Tegas Terkait Pesawat Boeing 737 Max 8 Boeing 737 MAX. ©REUTERS/Matt Mills McKnight

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi V DPR yang membidangi perhubungan, Anton Suratto meminta pemerintah mengembalikan pesawat 737 Max 8 ke pihak Boeing. Hal ini menyusul pencekalan pesawat Boeing di 55 negara termasuk Amerika Serikat, negara produsennya.

"Saya rasa pemerintah melalui kemenhub harus sudah mengambil sikap tegas untuk mengembalikan Pesawat 737 Max 8 ke Boeing. Ini sudah sangat mengkhawatirkan dan meresahkan dari keamanan dan kenyamanan pengguna jasa penerbangan. Ini menyangkut nyawa manusia, jangan ditunda lagi," kata Anton melalui keterangan tertulis kepada merdeka.com, Kamis (14/3).

Dia meminta pemerintah dan maskapai mengganti pesawat Boeing 737 Max 8 dengan pesawat dengan seri yang lebih aman.

"Segera ganti 737 Max 8 dengan seri pesawat yang lebih aman, nyaman dan layak terbang agar roda bisnis penerbangan di indonesia ini bisa terus berjalan. Jangan sampai pilot-pilot kita menganggur karena hal seperti ini, segera recall," tegasnya.

Sebelumnya, efek bola salju terjadi terkait pencekalan Boeing 737 Max 8. Dua kecelakaan yang melibatkan tipe pesawat itu dalam kurun waktu kurang dari setengah tahun membuat pemerintah dan maskapai enggan ambil risiko.

Amerika Serikat (AS) selaku negara asal Boeing juga sudah melarang penerbangan Boeing 737 Max. Ini diumumkan langsung oleh Presiden Donald Trump setelah berkonsultasi dengan Administrasi Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration, FAA).

"Pesawat yang sedang mengudara akan pergi ke destinasinya dan kemudian dikandangkan," ujar Trump di Gedung Putih. "Para pilot telah diberitahukan, para maskapai semua sudah diberitahukan. Para maskapai setuju," imbuhnya.

Pesawat yang dilarang Trump adalah Boeing 737 Max 8 dan 9. Pihak Boeing mengaku menerima pencekalan ini, dan mendukung untuk mensuspens sementara pemakaian 371 unit 737 Max di seluruh dunia.

Ada negara yang tegas melarang semua maskapai menerbangkan Boeing 737 Max 8 seperti AS dan Indonesia, ada maskapai yang mengambil inisiatif sendiri seperti di Brazil, bahkan ada negara yang sepenuhnya melarang pesawat tipe tersebut masuk ke zona udara mereka. Sejauh ini, sudah ada 55 negara yang melarang Boeing 737 Max 8. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini