Ada penampakan berbeda saat jumpa pers yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, dimana KPK menampilkan uang hasil rampasan dari koruptor senilai Rp 300 miliar dari total dari total Rp 883.038.394.268 yang bersumber dari kasus rasuah investasi fiktif dilakukan oleh eks Dirut PT Taspen, Antoius Kosasih bersama Direktur PT IIM (2016-2024) Ekiawan Heri Primaryanto.
Tidak seperti aparat penegak hukum lain, seperti Kejagung atau Polri yang acap kali pamer duit barang bukti tumpukan duit dengan nilai mencapai triliunan, aksi penampakan duit di KPK hingga menggunung adalah yang pertama.
"Mungkin rekan-rekan media bertanya, kenapa sampai harus dihadirkan uangnya di sini? Bisa saja kan kami langsung datang ke Pak Dirut, Pak Rony untuk menyerahkan. Ini biar kelihatan takutnya kan! oh benar enggak sih ini diserahkan? jangan-jangan enggak diserahkan atau diserahkan sebagian gitu kan seperti itu," kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu saat jumpa pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (20/11).
"Nah ini biar juga memberikan, memperlihatkan kepada rekan-rekan dan juga masyarakat khususnya bahwa uang tersebut telah diserahkan kepada PT Taspen," imbuh dia.
Advertisement
Publik Peru Tahu
Asep menuturkan, publik perlu mengetahui bahwa PT Taspen mengelola dana-dana yang dikumpulkan dari para pegawai negeri khususnya pensiunan mereka. Sebab, sebagai anak pensiunan pegawai negeri, dana Taspen menjadi sebuah hal yang diharapkan.
"Ketika orangtua saya waktu itu pensiun, dana Taspen inilah yang kemudian menolong keberlanjutan dari kehidupan kami," tutur Asep.
Advertisement
Diserahkan ke PT Taspen
Asep berharap, dengan dikembalikannya lagi dana rasuah tersebut ke PT Taspen, menjadi bukti dukungan KPK kepada para pensiunan, para pegawai negeri bahwa uang mereka yang dikorupsi oleh oknum sudah kembali.
"Kami berharap mudah-mudahan ini bisa dikelola dan bisa terus tumbuh berkembang dari uang yang ada yang kembalikan ini dan kebermanfaatannya akan lebih dirasakan oleh saudara-saudara kita, para pegawai negeri, ISN, dan para pensiunan tentunya," katanya.