Akui Masih Ada Polisi Sakiti Hati Masyarakat, Kapolda Riau: Tegur Jika Kami Salah
Merdeka.com - Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal meminta kepada masyarakat tak sungkan menegur personel Polri yang berbuat kesalahan. Namun, dia juga berharap masyarakat bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan nyaman.
"Polisi tidak bisa bekerja maksimal, polisi butuh bantuan seluruh elemen masyarakat dan tegur jika kami salah. Meskipun di luar sana masih banyak oknum-oknum menyakiti hati masyarakat. Tapi kami akan terus berbakti untuk bangsa dan negeri," kata Iqbal saat memimpin apel peringatan Hari Bhayangkara ke 77 di di Halaman Kantor Gubernur Riau, Sabtu (1/7).
Iqbal menyebutkan, banyak prestasi yang diperoleh Polda Riau di tahun 2023. Dia berharap prestasi yang diperoleh tidak membuat anak buahnya sombong. Justru menjadi cambuk bekerja lebih baik lagi.
"Karena polisi adalah milik masyarakat. Apalagi kita semakin dekat dengan pesta demokrasi. Semoga pemilu tahun 2024 akan menjadi Pemilu damai menuju Indonesia Maju. Terima kasih Pak Gubernur dan terima kasih untuk masyarakat Riau," kata Kapolda Riau.
Iqbal menyampaikan, Presisi bukan sekadar singkatan dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. Namun dalam tiga makna tersebut ada beberapa hal yang harus dikerjakan Polri.
"Polri dewasa ini telah berselaras dengan kemajuan zaman. Teknologi dan data, hal yang tak dapat dipisahkan dan harus dikuasai Polri. Hal ini juga menjadi implementasi dari Polri yang modern dan prediktif," tegas Iqbal.
Iqbal juga mengajak seluruh anggota polisi agar bisa meningkatkan sinergi dengan stakeholder dan masyarakat. Selain itu juga bekerja sama dalam menuntaskan segala bentuk permasalahan yang ada dalam dinamika bermasyarakat.
"Saya mengajak semua polisi yang ada di Riau. Kita tidak bisa bekerja sendiri, kita harus bekerja sama dengan para tokoh-tokoh penting di setiap wilayah," jelas Iqbal.
Di sisi lain, Iqbal mengapresiasi anggotanya atas dedikasi, perjuangan dan pengorbanan untuk Polri. Sebab, selama 77 tahun polisi bertahan mengarungi dinamika yang ada.
"Kita patut bersyukur karena sampai hari ini di wilayah hukum Polda Riau keamanan dan ketertiban masih terjaga," ucap Iqbal.
Dalam bekerja, kata Iqbal, Polri juga tak lepas dari bantuan banyak pihak seperti instansi TNI, pejabat Forkopimda Riau, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat.
"Kami sadar betul, masih banyak kekurangan. Masih banyak oknum di sana-sini. Tolong koreksi kami agar kami lebih kuat mengabdi kepada masyarakat. Kami terus ingin memperkuat pengabdian kepada masyarakat dengan semboyan Presisi," lanjut Iqbal.
Untuk menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat, Iqbal mengajak seluruh pihak, TNI, Pemda agar selalu bergandengan tangan bahu-membahu untuk mewujudkan masyarakat yang damai dan berkeadilan.
"Kami butuh bantuan masyarakat, teman-teman TNI, Pemprov Riau, Pemda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan seluruh lapisan masyarakat menuju satu titik bahwa kita harus mengembangkan jiwa nasionalisme, jiwa kebangsaan dengan keberagaman yang sangat luar biasa," pungkasnya.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-77 ini juga dimeriahkan oleh aksi paralayang dan ditutup dengan tarian.
Dalam rangkaian menyambut HUT Bhayangkara sebelumnya, Polda Riau dan jajaran telah melakukan berbagai kegiatan. Baik itu bakti sosial kemanusiaan maupun bakti kesehatan. Di antaranya, kegiatan donor darah, penyaluran bantuan sembako, pengobatan massal. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya