Aksi 1.000 lilin untuk Intan yang tewas usai insiden Gereja Oikumene

Senin, 14 November 2016 22:39 Reporter : Anisyah Al Faqir
Aksi 1.000 lilin untuk Intan yang tewas usai insiden Gereja Oikumene Seribu Lilin. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Forum kebhinekaan yang terdiri dari beberapa perwakilan masyarakat melakukan aksi penyalaan seribu lilin di depan Bundaran HI, Jakarta Pusat, sebagai wujud belasungkawa atas meninggalnya Intan Marbun (2,5). Intan menjadi korban akibat aksi pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur.

Intan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan akibat luka di tubuhnya. Koordinator Aksi Iwan Dwi Laksono mengatakan aksi seribu lilin ini terbentuk atas dasar kesamaan rasa dukacita simpatisan. Aksi ini juga wujud atas kemarahan mereka terhadap aksi teror yang menyebabkan timbulnya korban.

Iwan menegaskan seharusnya keberagaman masyarakat Indonesia harusnya disikapi dengan bijak sesuai dengan Pancasila. Dalam aksi ini mereka juga menekankan mengecam segala bentuk terorisme.

"Kita boleh berbeda beda namun kita harus tetap satu dalam kebhinnekaan," ujar Iwan, Senin (14/11).

Mereka berharap dengan adanya korban yang meninggal dunia akibat kejadian ini tidak akan ada lagi korban yang lain yang menjadi korban atas ketidakadilan. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Bom Gereja Samarinda
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini