Air Sungai di Samarinda Berwarna Hitam dan Beraroma Tidak Sedap
Merdeka.com - Warna air Sungai Karang Mumus (SKM) di Samarinda berubah kehitaman. Pantauan merdeka.com di sekitar Jembatan Baru Jalan KH Agus Salim, sekitar Jembatan Ruhui Rahayu di Jalan Letjend S Parman, serta di Jalan Dr Soetomo, air sungai menghitam di musim kemarau seperti saat ini.
Selain kehitaman, air SKM juga memunculkan aroma tidak sedap. Paling menyengat, saat melintas di Jalan Dr Soetomo, depan Gang Nibung. Sesekali pengguna jalan pun menutup hidung.
Tidak kalah mengherankan, meski berwarna kehitaman, masih ada saja warga yang beraktivitas di pinggir bantaran sungai, seperti yang terlihat di sekitar Jembatan Ruhui Rahayu.
"Benar, saya juga heran. Masih juga ada yang aktivitas di pinggir sungai," kata Yanto (41), warga yang melintas dan menyempatkan singgah di Jembatan S Parman, Senin (12/8).
Sementara bagi PDAM Tirta Kencana Samarinda, kemarau saat ini terus bersiaga memantau kondisi Sungai Mahakam, sebagai air baku utama dari intrusi air laut. Sebab masuknya air laut ke Mahakam, berpotensi merusak instalasi pengolahan air (IPA) karena kandungan klorida yang tinggi.
"Sejauh ini masih aman, jauh di bawah ambang batas 250 ppm (part per million)," kata Kasi Humas PDAM Tirta Kencana, M Lukman.
PDAM punya 3 IPA yang berpotensi produksinya dihentikan sewaktu-waktu, akibat intrusi air laut, karena tidak begitu jauh di muara sungai menuju ke laut. Ketiganya adalah IPA Pulau Atas, IPA Selili, dan IPA Palaran.
"Tim terus memantau setiap jamnya. Pagi tadi sempat naik 20 ppm saat pasang laut. Tapi jam 11 jelang tengah hari tadi turun jadi 11 ppm. Sekarang ini 2 ppm terus turun," demikian Lukman. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya