Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyatakan akan bersikap netral pada perhelatan Pilgub Sulsel 2018. Sebab, adik kandungnya Ichsan Yasin Limpo ikut menjadi calon gubernur dalam pilkada yang digelar bulan Juni 2018.
"Saya pada posisi yang netral, mendorong menjaga agar tidak bersoal," kata Syahrul saat ditemui di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Rabu (10/1).
Syahrul pun mengaku akan menolak bila dijadikan juru kampanye untuk memenangkan sang adik. Syahrul menegaskan, lebih memprioritaskan kepentingan masyarakat dibanding segelintir golongan.
"Enggak lah (jadi juru kampanye). Saya kan Gubernur, saya lebih mementingkan kepentingan negara, kapan seseorang menjadi pejabat negara mendahulukan kepentingan negara, bukan partainya, atau golongan," ujarnya.
Politisi Golkar ini juga tak ingin menilai kompetensi adiknya soal bisa atau tidak memimpin provinsi Sulawesi Selatan. Menurutnya, hal itu diserahkan ke masyarakat yang sudah jeli memilih pemimpin yang berbekal rekam jejak yang bagus.
"Ini bukan soal adik atau siapa, mereka punya kapasitas. Kan yang memilih rakyat. Pasti akan melihat kapasitas rekam jejak yang dimiliki calon yang ada cukup bagus di Sulsel. Saya punya adik sendiri dia Bupati dua periode cukup berhasil, wakilnya Bupati dua periode silakan saja dipilih," katanya.
Syahrul berharap pesta demokrasi yang berlangsung di Sulawesi Selatan dapat berjalan lancar tanpa adanya gesekan.
"Momen Pilkada yang pasti memiliki dinamika di setiap daerah dan yang pasti dinamika itu pasti berbeda satu provinsi dengan Provinsi lainnya. Untuk menjadi sebuah konflik yang terbuka keras saya berharap tidak terjadi di Sulsel," katanya.
Seperti diketahui, Ichsan Yasin Limpo ikut mendaftar Pilkada Sulawesi Selatan 2018 melalui jalur independen untuk melanjutkan pemerintahan kakaknya yang telah diduduki selama dua periode.