Ada bunker zaman Belanda di kompleks kantor Jokowi
Merdeka.com - Sebuah bunker yang diduga peninggalan jaman kolonial Belanda dilaporkan terdapat di kompleks perkantoran Balai Kota Surakarta. Ruang di bawah tanah itu berukuran panjang 15 meter dan lebar sekitar 10 meter dengan ketinggian tiga meter. Di Balai Kota inilah Wali Kota Solo Joko Widodo berkantor.
Mujiyono Yuwono Saputro (82) warga Kampung RT 02/RW 03 Pasar Kliwon Solo, Kamis (9/8), dalam kesaksiannya mengatakan bahwa di kompleks Balai Kota Surakarta terdapat sebuah bunker peninggalan kolonial Belanda. Bunker tersebut saat ini terkubur di bawah reruntuhan bekas bangunan gedung PKK Pemkot Surakarta yang sekarang telah dirobohkan.
Ia mengatakan, pada saat dirinya masih anak-anak, sering melihat tentara Jepang berlatih di bunker tersebut. "Dulu buat latihan tentara Jepang. Tapi bunker ini buatan Belanda . Kemudian pada tahun 1965, bunker tersebut difungsikan sebagai penjara bagi anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) yang menjadi tawanan," katanya dikutip antara.
Mujiyono pun sempat memberanikan diri masuk ke bunker tersebut untuk pertama kali pada sekitar tahun 1947, saat ia masih berusia 16 tahun. "Dalamnya hanya ruangan kosong seperti aula dan sangat gelap," katanya.
Ruangan tersebut memiliki panjang dari timur ke barat sekitar 15 meter dan lebar dari utara ke selatan sekitar 10 meter dengan ketinggian tiga meter. Bunker tersebut memiliki dua pintu di sebelah selatan bunker. Kalau masuk masih ada trap (tangga) sekitar dua meter tingginya.
Kesaksian lain diungkapkan seorang warga lain, Heru Basuki (56) yang juga pernah masuk ke bunker tersebut. "Terakhir saya lihat masih ada bunker itu sekitar tahun 1965 atau 1966". Sebelumnya, bunker tersebut sempat dijadikan tempat berenang anak-anak kampung sekitar karena selalu tergenang air saat hujan turun.
Sama halnya dengan kesaksian Mujiyono, menurut Heru, bunker tersebut berukuran sekitar 15 kali 10 meter. "Dinding dan langit-langitnya seingat saya sudah diplester, bangunannya permanen," ujarnya. Selain bunker tersebut, terdapat satu bunker lain yang terbuat dari kayu, namun saat ini bunker tersebut sudah hancur.
Kabar keberadaan bunker tersebut menarik perhatian seorang Arkeolog, Muhammad Kawari untuk meneliti. Kawari bersama lima rekannya termasuk petugas dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah berniat melakukan penggalian bunker peninggalan Belanda tersebut. "Langkah awal akan kita layout dulu sebelum kita lakukan penggalian," katanya.
Sebagai langkah awal, timnya akan melakukan penjajakan medan selama lima hari dan menyusun laporan awal. Penggalian akan dilakukan dengan alat-alat tradisional dan tidak menggunakan alat berat agar tidak merusak keaslian bangunan bunker.
"Karena tanah yang menutup bunker sudah cukup tebal, kemungkinan penggalian akan membutuhkan waktu sangat lama," katanya. (mdk/tts)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya