98 Ribu Guru Ikuti Uji Pengetahuan PPG Kemenag Batch 4, Tingkatkan Mutu Pendidikan Nasional

Lebih dari 98 ribu guru binaan Kementerian Agama mengikuti Uji Pengetahuan PPG Kemenag Batch 4, langkah krusial dalam peningkatan mutu dan profesionalisme pendidik Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
98 Ribu Guru Ikuti Uji Pengetahuan PPG Kemenag Batch 4, Tingkatkan Mutu Pendidikan Nasional
Lebih dari 98 ribu guru binaan Kementerian Agama mengikuti Uji Pengetahuan PPG Kemenag Batch 4, langkah krusial dalam peningkatan mutu dan profesionalisme pendidik Indonesia. (AntaraNews)

Sebanyak 98.036 guru binaan Kementerian Agama (Kemenag) mengikuti Uji Pengetahuan (UP) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 4. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Kemenag dalam meningkatkan mutu dan profesionalisme pendidik di seluruh Indonesia. Uji Pengetahuan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan kompetensi para guru.

Program ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menggarisbawahi pembangunan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. Komitmen tersebut semakin diperkuat dengan inisiatif Asta Protas Kementerian Agama. Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya menjaga muruah guru, yang dari tangannya lahir generasi masa depan bangsa.

Pelaksanaan Uji Pengetahuan PPG ini berlangsung selama dua hari, pada tanggal 21-22 Februari 2026, di 15 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menjadi tempat uji pengetahuan (TUK). Sebanyak 2.454 pengawas dikerahkan untuk memastikan seluruh proses ujian berjalan sesuai aturan dan menjaga kualitasnya. Uji Pengetahuan merupakan tahapan akhir dalam pelaksanaan PPG.

Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru

Uji Pengetahuan merupakan tahapan krusial dalam pelaksanaan PPG, yang hasilnya akan menentukan kelulusan peserta. Bersama dengan Uji Kinerja, hasil evaluasi ini akan menjadi dasar penerbitan sertifikat pendidik. Melalui mekanisme yang ketat ini, Kemenag memastikan bahwa setiap guru yang dinyatakan lulus benar-benar memenuhi standar kompetensi yang meliputi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa tugas guru adalah mulia dan muruahnya harus dijaga. Beliau menyatakan, “Guru itu tugas mulia, muru’ahnya harus kita jaga. Karena dari tangan guru lahir generasi masa depan bangsa.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya peran guru dalam membentuk karakter dan kecerdasan generasi penerus bangsa.

Dengan kelulusan 98.036 guru dari PPG Batch 4 ini, total guru binaan Kemenag yang telah tersertifikasi kini mencapai 659.157 guru. Capaian ini menunjukkan percepatan yang signifikan dalam proses sertifikasi guru di lingkungan Kementerian Agama. Angka ini merefleksikan upaya serius Kemenag dalam meningkatkan kualitas pengajaran secara nasional.

Objektivitas dan Akuntabilitas Proses Uji

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menyampaikan bahwa pelaksanaan Uji Pengetahuan dan Uji Kinerja dilakukan secara objektif dan akuntabel. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap penilaian didasarkan pada kriteria yang jelas dan transparan. Tujuannya adalah untuk menghasilkan pendidik yang benar-benar berkualitas.

Suyitno menambahkan, “Kami ingin memastikan setiap guru yang lulus benar-benar kompeten dan siap memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik. Saya berharap para peserta terus meningkatkan kapasitas diri demi kemajuan pendidikan agama di semua satuan pendidikan.” Harapan ini mendorong para guru untuk tidak berhenti belajar dan mengembangkan diri.

Setelah berhasil lulus PPG dan memperoleh sertifikat pendidik, peserta akan menerima tunjangan profesi guru (TPG). Bagi guru Aparatur Sipil Negara (ASN), tunjangan diberikan sebesar satu kali gaji pokok. Sementara itu, bagi guru bukan ASN, tunjangan yang diberikan adalah sebesar Rp2.000.000 per bulan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Komitmen Kemenag untuk Kesejahteraan dan Kualitas Pendidikan

Langkah pemberian tunjangan profesi ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Agama untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memastikan kesejahteraan guru terjamin. Dukungan finansial ini diharapkan dapat memotivasi guru untuk terus berdedikasi. Peningkatan kesejahteraan guru merupakan salah satu pilar penting dalam memajukan pendidikan.

Dengan guru yang profesional dan sejahtera, kualitas pendidikan diharapkan akan semakin meningkat secara signifikan. Hal ini pada gilirannya akan mampu mencetak generasi bangsa yang unggul dan berakhlak mulia. Investasi pada guru adalah investasi pada masa depan bangsa. Kemenag terus berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif bagi guru dan siswa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi