823 Ternak di Bondowoso Terdampak Banjir Bandang, 79 Kambing Hanyut
Merdeka.com - Dampak banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Ijen tidak hanya menimpa manusia. Ratusan hewan ternak mengalami gangguan kesehatan, dan puluhan lainnya hilang terbawa arus air yang membawa lumpur dari pegunungan akibat hutan gundul.
"Ada 79 ekor kambing yang hilang terbawa arus, asumsi kita dia mati karena di cari warga tidak ketemu. Kalau sapi tidak ada yang hilang," ujar Cendy Herdiawan, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian Bondowoso saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (30/1).
Data tersebut, menurut Cendy baru dilakukan di Desa Sempol, Kecamatan Ijen (sebelumnya bernama Kecamatan Sempol), yang terdiri dari tiga dusun. Yakni Dusun Sempol, Kampung Baru dan Pesanggrahan.
"Di sini memang termasuk sentra peternakan. Satu peternak bisa memiliki hewan ternak hingga rata-rata 20 ekor," ujar Cendy.
Dinas Pertanian Bondowoso saat ini fokus menangani hewan ternak yang terdampak banjir bandang dan selamat. Jumlahnya mencapai total 823 ekor. Terdiri dari 800 kambing dan 23 ekor sapi.
Dinas Pertanian Bondowoso terkendala dalam melakukan pengobatan kepada hewan ternak, karena sebagian besar hewan ternak masih tertinggal di kandang. Sedangkan pemiliknya sudah lebih dulu mengungsi ke tempat aman.
"Belum bisa semua kita tangani. Hari ini kita baru bisa tangani sekitar 250 ekor. Karena beberapa ekor masih terkunci di kandang dan ditinggalkan oleh pemiliknya," ujar pria yang juga Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PHDI) Bondowoso ini.
Hewan ternak di Kecamatan Sempol umumnya diternak secara komunal dan tidak menyatu dengan rumah penduduk. "Makanya hewan ternak yang bisa kita selamatkan, sementara kita pindahkan ke kandang lain yang tidak terdampak banjir bandang," kata Cendy.
Lebih lanjut, Cendy optimistis, penanganan hewan ternak terdampak banjir bandang bisa kembali normal, setidaknya dalam waktu 2 hingga 3 hari ke depan. "Sejauh ini tidak ada penyakit serius, mungkin stres atau penyakit kulit, sehingga tidak mau makan. Makanya kita beri vitamin atau disinfektan," jelas alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) ini.
Selain memberikan pengobatan atau vitamin, petugas Dinas Pertanian juga turun langsung membersihkan beberapa kandang yang dipenuhi oleh lumpur, sisa banjir bandang.
Pemerintah Bondowoso bersama Pemprov Jatim sudah menetapkan status tanggap darurat akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada Rabu (29/01) siang kemarin. Banjir bandang diakibatkan hujan deras yang turun di kawasan Gunung Ijen, tidak mampu ditahan oleh pepohonan di kawasan tersebut.
Sebagian pepohonan sudah gundul, akibat kebakaran hutan pada musim kemarau beberapa bulan yang lalu. Lebih dari 4 ribu orang terdampak akibat banjir bandang di dua desa tersebut.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah hari ini turun langsung ke lokasi bencana, bersama dengan Bupati Bondowos, KH Salwa Arifin.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya