8 Tahun di Indonesia, Imigran Asal Irak Akhirnya Pulang Kampung Sukarela
Merdeka.com - Setelah delapan tahun di Indonesia tanpa kejelasan relokasi ke negara ketiga, Ali Qader Mahdi (30), imigran asal Irak memilih pulang kampung secara sukarela atau Assisted Voluntary Return (AVR), Rabu, (17/3).
Keputusan itu terpaksa diambil Ali setelah mendengar kabar dua saudaranya sakit di Irak. Dikawal 10 petugas dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenin) Makassar, juga dua petugas dari Divisi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulsel, Ali dan keluarga berangkat dari home staynya di Wisma Bajirupa, Jalan Mappaouddang, Makassar menuju Bandara Sultan Hasanuddin.
Dia terbang dengan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 0655 pada pukul 16.35 wita menuju bandara Soekarno-Hatta.
Kepala Rudenim Makassar, Alimuddin menjelaskan, dari Jakarta, Ali dan keluarganya akan terbang ke Baghdad menggunakan maskapai Emirates pukul 21.15 Wib. Estimasi tiba di Baghdad, Rabu, (18/3) pukul 14.30 waktu setempat.
"Pemulangan sukarela atau AVR menjadi salah satu solusi, baik bagi pengungsi yang tak jelas menunggu penempatan ke negara suaka, juga bagi pemerintah Indonesia dalam mengurangi jumlah pengungsi. Oleh karena itu kami sangat mendukung apabila ada pengungsi yang mengajukan AVR, " ujar Alimuddin.
Ali sendiri mengaku sebenarnya masih trauma kembali ke negaranya tapi karena kondisi memaksanya untuk ambil keputusan akhirnya dia memboyong kedua orang tuanya, istri dan dua anak yang masih kecil untuk kembali ke Irak.
"Keluarga saya banyak tewas karena bom meledak di mana-mana. Masih trauma tapi harus pulang," tutur Ali.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya