700 Personel Brimob tambahan siaga amankan PSU Pilkada Sampang

Senin, 22 Oktober 2018 20:00 Reporter : Moch. Andriansyah
700 Personel Brimob tambahan siaga amankan PSU Pilkada Sampang Apel Pengamanan pemilu 2019. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Polda Jawa Timur akan kembali mengirim 700 personel Brimob untuk menambah kekuatan pengamanan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Pilkada Sampang, Madura 2018, yang akan digelar pada 27 Oktober.

Sebelumnya, Polda Jawa Timur juga telah mengirim 450 personel, plus 50 anggota TNI untuk mem-backup ribuan personel Polres jajaran dalam pengamanan PSU di Kabupaten Sampang pada pekan lalu.

PSU di Kabupaten Sampang ini berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 5 September lalu terkait sengketa Pilkada. "Yang paling rawan itu pasca-nya, sehingga di sana (penempatan personel Brimob Polda Jatim) sampai satu minggu," terang Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera, Senin (22/10).

Diakui Barung, Pilkada Sampang ini berbeda dengan Pilkada di wilayah lain di Jawa Timur, di mana yang menjadi antisipasi adalah pasca-pemungutan suara. Terlebih, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga diagendakan akan ke Madura pada 28 Oktober dalam rangka menghadiri Festival Keraton Sumenep.

"Maka di Sampang itu akan kita tambah (jumlah personelnya), sehubungan dengan Bapak Jokowi juga akan berangkat ke Sumenep pada tanggal 28, setelah PSU," sambung Barung.

Seperti diketahui, pada Pilkada Sampang 27 Juli 2018 lalu, terjadi sengketa. Saat itu, pasangan Selamet Junaidi-Abdullah Hidayat memperoleh 38,41 persen suara, Hermanto-Suparto 37,75 persen, dan Hisan-Abdullah Mansyur 23,84 persen.

Di Pilkada Sampang yang dimenangkan Selamet Junaidi-Abdullah Hidayat dengan selisih suara tipis atas rivalnya tersebut, terpaksa diulang karena pada 5 September lalu, MK memutuskan untuk dilakukan PSU. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini