5 Kabupaten di Riau banjir, ribuan rumah warga terendam
Merdeka.com - Sebanyak 5 kabupaten di Riau mengalami banjir akibat hujan yang mengguyur setiap hari. Sebanyak 2.467 rumah warga terendam air, dan 1 orang warga meninggal dunia. Bahkan, jembatan Sei Mentawai hanyut dibawa derasnya air sungai Rokan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Sarifuddin menjelaskan, kelima kabupaten yang terdampak banjir tersebut kini warganya mengungsi di daratan yang lebih tinggi. Untuk di kabupaten Indragiri Hulu, ada 2 kecamatan yang mengalami banjir yakni Peranap dan Batang Peranap.
"Di Indragiri Hulu, sebanyak 140 kepala keluarga menjadi korban banjir. Dengan jumlah warga mencapai 531 jiwa," ujar Syarifuddin kepada merdeka.com Sabtu (4/3).
Untuk kabupaten Pelalawan, dua desa terendam air dari sungai Nilo. Sebanyak 266 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 744 jiwa turut menjadi korban banjir tersebut. Bahkan, seorang warga di antaranya meningga dunia, hanyut karena mencoba menyeberangi Sungai Nilo dengan cara berenang.
Untuk kabupaten Kampar, hingga kini diketahui ada 6 Desa dengan 374 KK dan 1.496 jiwa penduduk tersebut ikut menjadi korban dampak banjir. Belum ada warga yang mengungsi akibat kejadian ini.
"Di kabupaten Kuantan Singingi, ada 3 desa yang mengalami banjir. Dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 325 KK, dan penduduk 1.300 jiwa. Warga yang mengungsi ada 468 jiwa," jelas Syarifuddin.
Sedangkan kabupaten Rokan Hulu, sebanyak 1.500 KK di 2 desa juga terdaftar sebagai korban banjir. Jumlah penduduk mencapai 6.000 jiwa. Secara keseluruhan di 5 kabupaten tersebut, ada 2.467 rumah warga yang terendam banjir. Serta satu jembatan hanyut diseret arus sungai Rokan.
"Buffer stock, tenda dan perahu karet serta mesin sudah dikirim ke sejumlah daerah yang terdampak banjir tersebut. Petugas kita juga berada di sana sampai air surut," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata mengatakan pihaknya mengirimkan perahu karet sebanyak 5 unit, peralatan medis dan obat-obatan serta sembilan bahan pokok (sembako) berupa beras, mie instan, biskuit dan makanan serta minuman air mineral.
"Kami juga meninjau wilayah rawan banjir sekaligus pengecekan ratusan personel yang sudah dikirim ke lokasi serta mengevakuasi warga untuk meminimalisir korban," kata Edy.
(mdk/msh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya