Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

437 Benteng kuno di Indonesia akan dijadikan tujuan wisata

437 Benteng kuno di Indonesia akan dijadikan tujuan wisata ilustrasi

Merdeka.com - Indonesia memiliki sebanyak 437 benteng kuno, yang merupakan peninggalan zaman kolonial Belanda. Dari jumlah tersebut, 327 di antaranya sudah selesai dipugar. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak di dunia.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) terus memacu pemanfaatan benteng-benteng kuno yang tersebar di Tanah Air tersebut. Bangunan kuno itu dinilai berpotensi untuk dijadikan tempat wisata baru sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif.

"Dari sisi jumlah Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Salah satu contohnya, Benteng Rotterdam di Makasar yang sudah selesai dipugar, sekarang menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak diminati wisatawan lokal dan mancanegara," ujar Staf ahli Kementerian Parekraf, Hari Untoro Drajat, di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Selasa (29/10).

Lebih lanjut Hari mengatakan, kesuksesan pengelolaan Benteng Rotterdam diharapkan bisa menular ke daerah lain, termasuk Kota Solo yang memiliki Benteng Vastenburg. "Harapannya bisa menular ke Benteng Vastenburg Solo. Langkah Pemerintah Kota Solo sudah tepat untuk mengembangkan benteng. Digunakan untuk menggelar Solo International Performing Art (SIPA), kemudian Juni nanti akan ada festival benteng kuno," paparnya.

Menurut Hari, cara itu sudah bagus, hanya tinggal pengembangan lebih lanjut. Ekonomi kreatif di Solo yang pas, kata Hari, adalah berdasarkan seni dan budaya.

Sementara itu Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyambut gembira langkah pemerintah tersebut. Pemkot, kata Rudy, sudah sejak lama ingin menjadikan benteng seluas 6 hektare itu sebagai tempat kegiatan masyarakat.

"Masih ada kendala untuk memaksimalkan pemanfaatan benteng Vastenberg. Karena lahan tersebut bukan milik Pemerintah Kota," paparnya.

Menurut Rudy, saat ini sudah ada pembicaraan dengan pemilik lahan. Pihaknya menunggu dukungan dari pemerintah pusat.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP