4 Ribu Warga Terdampak Banjir Bandang Bondowoso, Gubernur Tetapkan Tanggap Darurat

Pemprov Jatim bersama Pemkab Bondowoso juga telah menetapkan masa tanggap darurat mengingat besarnya dampak banjir bandang di kawasan perbatasan Bondowoso-Banyuwangi itu.

Muhammad Permana
Oleh Muhammad Permana - Reporter
4 Ribu Warga Terdampak Banjir Bandang Bondowoso, Gubernur Tetapkan Tanggap Darurat
Gubernur Jatim Khofifah Tetapkan Tanggap Darurat Banjir Bandang Bondowoso. ©2020 Merdeka.com/Muhammad Permana

Sehari usai banjir bandang disertai lumpur yang menerjang Kecamatan Ijen (sebelumnya bernama Sempol), Gubernur Jawa Timur, Khofifah langsung turun meninjau lokasi bencana. Pemprov Jatim bersama Pemkab Bondowoso juga telah menetapkan masa tanggap darurat mengingat besarnya dampak banjir bandang di kawasan perbatasan Bondowoso-Banyuwangi itu.

"Kita telah tetapkan masa tanggap darurat. Selanjutnya akan diikuti masa rekonstruksi dan kemudian recovery. Aspek psiko sosial juga menjadi perhatian kami," kata Gubernur Khofifah, saat meninjau lokasi bencana di Desa Kalisat, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, pada Kamis (30/1).

Selain Desa Kalisat, Desa Sempol di kecamatan yang sama, juga terdampak akibat banjir bandang. Sembari membawa beberapa pejabat pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Khofifah meminta jajarannya di pemprov untuk gerak cepat dan responsif.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah yang didampingi Bupati Bondowoso, Salwa Arifin, meninjau beberapa titik. Mulai dari Dusun Kampung Baru di Desa Kalisat serta sebuah SD negeri di Desa Sempol.

"Saya hari ini langsung koordinasi dengan bupati Bondowoso. Pimpinan OPD di Pemprov Jatim juga saya minta langsung turun berkoordinasi dengan OPD di Kabupaten Bondowoso guna mengatasi segala dampak akibat banjir bandang," ujar Khofifah.

Dari data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur dan BPBD Bondowoso, banjir bandang terjadi pada Rabu (29/01) kemarin, akibat hujan deras yang melanda kawasan pegunungan di dekat dua desa tersebut.

Menurut kedua instansi, kawasan pepohonan yang ada di kawasan Gunung Ijen diketahui telah gundul secara signifikan akibat kebakaran hutan saat musim kemarau beberapa bulan yang lalu.

Data sementara, warga yang menjadi korban banjir mencapai 2028 jiwa di desa Kalisat dan sebanyak 1996 jiwa di Desa Sempol. Tidak ada laporan korban jiwa dari peristiwa tersebut. Warga terdampak diungsikan di lokasi aman terdekat. Pemerintah masih terus menginventarisir dampak kerusakan.

"Sejauh ini ada 135 rumah rusak di desa Kalisat dan 80 rumah rusak di Desa Sempol. Semuanya akan diperbarui," ujar Khofifah.

Selain berdialog dengan warga, Khofifah dan bupati Bondowoso Salwa Arifin juga memberikan sejumlah bantuan kepada korban. "Saya juga minta semua instansi terkait di Pemprov untuk menyiagakan tim selama 24 jam penuh. Saya turun langsung untuk memastikan proses penanganan sampai pasca bencana," ujar mantan Menteri Sosial ini.

Aparat TNI/Polri dan beberapa instansi pemerintah serta relawan juga dikerahkan untuk membantu membersihkan rumah warga terdampak, sehari usai bencana. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bondowoso juga dikerahkan untuk melakukan pendataan kerugian akibat banjir bandang.

Rekomendasi