208 Narapidana Lapas Kerobokan Dapat Remisi Hari Raya Nyepi

Rabu, 6 Maret 2019 21:32 Reporter : Moh. Kadafi
208 Narapidana Lapas Kerobokan Dapat Remisi Hari Raya Nyepi LP Kerobokan Berikan Remisi Kepada 208 Narapidana di Hari Raya Nyepi. ©Istimewa

Merdeka.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Denpasar, Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, memberikan remisi khusus Hari Raya Nyepi sesuai Surat Keputusan Dirjen Pemasyarakatan (Pas) terkait pemberian remisi khusus. Ada 208 narapidana yang mendapatkan remisi Hari Raya Nyepi tersebut.

"Jumlahnya itu, yang kita usulkan 242 (Narapidana) yang sudah turun (SK) sampai sekarang 208 orang dan ada 34 orang lagi yang belum (SK)," kata Kepala LP Kerobokan Tonny Nainggolan, saat usia melakukan pemberian remisi di LP Kerobokan, Rabu (6/3).

Tonny juga menjelaskan, untuk jumlah warga binaan yang beragama Hindu ada 389 orang dengan jumlah tahanan yang beragama Hindu 200 orang. Remisi yang kita usulkan sudah 242 orang, dan yang sudah turun Surat Keterangan (SK) ada 208 orang yang belum turun SK ada 34 orang.

"Seluruh warga binaan, yang memenuhi persyaratan dan mempunyai hak untuk mendapatkan remisi..Kita berikan remisi setelah SK kita terima dari kementerian maupun dari Direktorat Jendral Pemasyarakatan," ujarnya.

Tony juga menjelaskan, saat ini isi narapidana di Lapas Kerobokan sebanyak 1.635 orang, terdiri dari narapidana 915 orang, tahanan 720 orang. Kapasitas, yang sebenarnya hanya 323 orang, artinya overload sekitar 400 persen.

Selain itu, di hari Suci Nyepi ini juga ada tiga orang yang mendapat RK ll yang mendapat remisi Nyepi dan langsung bebas.

"Ada 3 orang kasus pencurian, dan pelaksanaannya nanti mengingat besok pada hari Nyepi yang harus kita ikuti aturannya. Kita sudah hubungi keluarganya yang akan bebas, dan nanti akan dijemput nanti 00.30," ujar Tonny.

Selain itu, ada juga Warga Negara Asing (WNA) yang merupakan warga binaan kasus narkoba yang mendapatkan remisi dengan besaran 15 hari sampai 1 bulan.

Ketiga WNA tersebut, bernama Sergie Cherykh asal Rusia di hukum 11 tahun penjara, diberi remisi 1 bulan 15 hari. Kemudian, Nandagopal Akkineni Bin Sudarsana Rao Akkineni asal India, yang dihukum 10 tahun penjara diberi remisi 1 bulan 15 hari. Terakhir Sarguna M. Suppiah Bin Suppiah asal Malaysia di hukum 12 tahun penjara dan mendapatkan remisi 1 bulan.

"Asing ada 3 orang yang kita usulkan, tetapi SK-nya masih belum turun. Jadi, bisanya kita usulkan dan setelah itu di verifikasi di Jakarta, manakala memenuhi persyaratan akan kami terima juga berbentuk SK yang dikabulkan," ujar Tonny. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini