2 Tahun diadukan ke Risma, Bulak Kali Tinjang masih terisolir
Merdeka.com - Dua tahun warga mengadu ke Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini soal tidak tersentuhnya pembangunan di kawasan Bulak Kali Tinjang, Kecamatan Bulak. Hingga saat ini, kawasan di sisi utara Kota Surabaya ini masih terisolir.
Kondisi di Bulak Kali Tinjang ini juga diakui Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana. Menurutnya, itu menjadi PR bagi pihaknya dan akan segera dituntaskan bersamaan dengan pembangunan Jalan Lingkar Luar Timur (LLT) yang melalui kawasan Bulak.
"Itu menjadi PR kita, ternyata di wilayah utara masih banyak PR pemerintah kota yang harus kita tuntaskan. Kemudian di periode kepemimpinan Bu Risma yang kedua ini, kita akan tuntaskan PR-PR untuk masyarakat," tegas Whisnu, Jumat (22/12).
Meski begitu, lanjutnya, untuk akses di kawsan Bulak, sampai saat ini tetap dibuka. "Makanya akses JLLT, Jalan Lingkar Luar Timur itu nanti, juga akan membuka akses mereka (warga Bulak Kali Tinjang)," katanya.
Wawali Kota Surabaya yang juga ketua DPC PDIP Surabaya ini menandaskan, yang dimaksud terisolir di Bulak itu nanti, akan terkena proyek JLLT. "Yang Jalan Lingkar Luar Timur itu akan melalui mereka, itu yang akan membuka akses mereka nanti agar bisa lebih maju lagi," tandasnya.
Sebelumnya, anggota DPRD Kota Surabaya juga mengaku prihatin melihat kondisi di kawasan Bulak Kali Tinjang, yang masuk wilayah Kota Surabaya.
Bahkan, anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya, Riswanto menyebut, di tengah kota besar sepeti Kota Pahlawan, yang masuk kategori Kota Metropolitan, ternyata masih ada kawasan yang masih termarjinalkan oleh program pembangunan. Miris.
Contohnya, kata Riswanto, seperti Bulak Kali Tinjang yang kondisinya masih seperti hutan belantara. "Saya turun ke sana, gak ada infrastruktur seperti pemavingan, irigasi, saluran PDAM, PJU, maupun saluran drainase yang bagus," keluhnya.
Politikus PDIP ini menyebut, kawasan Bulak Kali Tinjang seperti terisolir. Padahal, perangkat kampung sudah melaporkan ke pemerintah kota. Dari informsi yang diperolehnya, aduan tersebut sudah berada di meja wali kota sejak lama. "Laporannya sudah dua tahun lalu. Jadi sudah berlarut-larut," keluh Riswanto lagi.
Dari koordinasi dengan dinas terkait, masih kata Riswanto, kabarnya akan ada tindak lanjut. Namun jika tetap tidak ada respons, tegasnya, dewan akan memanggil jajaran SKPD (Satuan Kerja Perangkat daerah) terkait untuk menanyakan kenapa kawasan tersebut tak tersentuh pembangunan. "Dalam waktu dekat akan kita panggil untuk hearing," tegasnya.
Memang, diakui Riswanto, di kawasan Bulak Kali Tinjang saat ini masih ada masalah sengketa lahan. Dan kasus tersebut masih ditangani aparat penegak hukum. Namun, tandasnya, apapun yang terjadi, pemerintah kota tak boleh lepas tangan.
"Pemerintah kota harus hadir mau menyelesaikan konflik mereka. Karena itu yang dikehendaki masyarakat," tegasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya