2 Pendiri Boedi Oetomo asal Banyumas yang terlupakan
Merdeka.com - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 oleh pelajar STOVIA, kerap kali dijadikan peringatan kebangkitan gerakan di Indonesia.
Namun tak banyak yang tahu, jika Boedi Oetomo sejatinya didirikan Sembilan pelajar pribumi yang masih muda. Sembilan pelajar di antaranya R Soetomo, Mohammad Soelaiman, Gondo Soewarno, Goenawan Mangoenkoeseomo, Angka Prodjosoedirdjo, M Soewarno, Moehammad Saleh, Soeradji Tirtonegoro dan RM Goembrek.
Namun dari beberapa pendiri tersebut, yang hanya dikenal adalah R Soetomo yang dikenal dalam dunia perpolitikan di masa awal perjuangan Indonesia. Sejarawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sugeng Priyadi mengemukakan, sebaiknya penulisan tentang sejarah Boedi Oetomo bisa mengangkat pendiri lainnya.
"Selama ini jarang yang mengangkat tentang keberadaan pendiri Boedi Oetomo yang lain. Bahkan, ada dua pendiri Boedi Oetomo yang berasal dari Banyumas dan tidak dikenal luas, yakni Dr Angka dan Dr Goembrek," katanya saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Dia mengemukakan, dokter-dokter lulusan STOVIA lainnya memiliki andil besar dalam Boedi Oetomo. Sugeng mengemukakan, pendiri Boedi Oetomo lainnya seharusnya bisa ditempatkan dalam proporsinya dalam sejarah organisasi modern tertua di Indonesia tersebut.
"Sebaiknya memang perlu ada penulisan sejarah kembali mengenai Boedi Oetomo, agar semuanya ditempatkan dengan proporsional dan baik," jelasnya.
Dia menyebut, misal Dokter Goembrek, yang tidak begitu dikenal memiliki jasa yang cukup besar dalam bidang kesehatan.
"Kalau cerita tentang riwayatnya itu (Dokter Goembrek), pernah tiga kali pensiun dan tiga kali menjadi pegawai kesehatan. Itu karena zaman Hindia Belanda sangat langka," jelasnya.
Bahkan, katanya, banyak yang mengira dokter Goembrek adalah orang Belanda. Padahal nama Goembrek sendiri merupakan nama Jawa.
Senada dengan Sugeng, pengamat sejarah Banyumas, Sudarmaji yang juga masih mempunyai hubungan kerabat jauh dengan Goembrek, mengemukakan hal yang sama.
"Meskipun bukan kelahiran Banyumas, Dokter Goembrek merupakan keturunan Bupati Cilacap saat itu. Dan makamnya di pemakaman Dawuhan yang termasuk makam pendiri Banyumas," jelasnya.
Menurut Sudarmaji, Dokter Goembrek termasuk dokter yang istimewa di Banyumas kala itu.
"Saat ada wabah cacing tambang di wilayah pegunungan Banyumas, dan Dokter Goembrek juga aktif dalam kesehatan masyarakat," jelasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya