Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2 Pelajar SMA 1 Denpasar bikin ancaman ISIS palsu dikenal jenius

2 Pelajar SMA 1 Denpasar bikin ancaman ISIS palsu dikenal jenius Ilustrasi SMAN 1 Denpasar. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Denpasar (SMANSA), Nyoman Purnajaya, menyatakan kedua anak didiknya yang membikin surat ancaman teror palsu mencatut nama Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), adalah anak-anak pintar atau jenius. Dia mengatakan, mereka juga tak pernah berbuat hal-hal negatif.

"Anak ini anak yang pintar. Keseharian mereka tidak pernah melakukan apapun. Tidak memiliki satu catatan tentang kegiatan di luar disiplin sekolah sampai kelas akhir," kata Purnajaya saat ditemui di SMA I Denpasar, Kamis (28/1).

Menurut Purnajaya, karena mereka adalah anak yang cerdas, makanya bisa masuk di kelas percepatan dengan masa waktu pendidikan dua tahun. "Cukup waktu dua tahun saja sudah bisa menamatkan sekolahnya," imbuh Purnajaya.

Menurut Purnajaya kedua murid yang membikin ancaman palsu itu disebut punya tingkat kecerdasan kognitif di atas 150, memiliki kecerdasan emosional di atas rata-rata, sikap dan komitmen baik, serta sehat.

Purnajaya melanjutkan, dia mengaku sempat mendampingi kedua anak didiknya saat diinterogasi di Polda Bali. Dia sempat ditanya soal kondisi kejiwaan kedua anak didiknya. Namun, Purnajaya enggan memberikan jawaban dengan alasan bukan kapasitasnya.

Hanya saja, dari pengakuan kedua anak didiknya, mereka hanya iseng. Purnajaya berharap kalau perbuatan keduanya memang cuma main-main. Maka dari itu dia belum menjatuhkan sanksi apapun.

"Kita masih belum memberikan sanksi moral apapun, karena apa yang mereka alami itu sekarang sudah merupakan sanksi yang sangat berat," ucap Purnajaya.

Isu beredar, kedua siswa-siswi itu hendak menggagalkan Festival Karmany, akan digelar pada Jumat (29/1). Namun hal itu dibantah oleh Purnajaya.

"Apa yang mereka sampaikan kan hanya bercanda, jadi tau kan artinya ini," tambah Purnajaya.

Atas peristiwa ini, menurut Purnajaya tidak mempengaruhi apapun. Bahkan menurut dia, kegiatan belajar mengajar di sekolah masih berjalan normal.

"Sekolah mendoakan semoga kasus ini murni hanya iseng, tidak mengganggu suasana belajar mengajar," tutup Purnajaya.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP