2 Kepala Dinas di Kendal & Pekalongan Diperiksa Terkait Korupsi Dana Banprov Jateng

Jumat, 30 Agustus 2019 23:12 Reporter : Danny Adriadhi Utama
2 Kepala Dinas di Kendal & Pekalongan Diperiksa Terkait Korupsi Dana Banprov Jateng Ilustrasi Korupsi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah memeriksa 30 saksi terkait dugaan korupsi Bantuan Provinsi Jateng di Kabupaten Kendal dan Pekalongan. Dana yang dikorupsi diduga untuk pembelian fasilitas pendidikan sebesar Rp7,5 miliar.

"Dua kepala dinas dari dua kabupaten sudah kami periksa, dua. Mungkin minggu depan sudah ditetapkan tersangkanya," kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati, Ketut Sumedana, Jumat (30/8).

Dia menyebut total Banprov Jateng tahun 2018 mencapai Rp1,142 triliun. Dana tersebut dibagi ke beberapa kabupaten kota yang ada di Jateng. Namun, sementara ini baru Kabupaten Kendal dan Pekalongan yang sudah terendus praktik korupsi.

"Untuk Kabupaten Kendal sendiri, menerima Banprov Rp10.518.000.000. Estimasi kerugian negara yang diselewengkan mencapai Rp4,4 miliar. Kabupaten Pekalongan mendapat kucuran dana Banprov senilai Rp12.919.000.000," ujarnya.

Menurutnya, sementara ini dugaan korupsi hanya terjadi pada bantuan bidang pendidikan berupa pembelian fasilitas pendidikan berupa laptop.

"Kita baru dalami pada kasus pengadaan laptop. Indikasinya itu pembelian hardware dan software. Seperti laptop yang dibeli harga terlalu tinggi," imbuh Ketut Sumedana.

Sampai saat ini, Kejati masih terus mendalami kasus dugaan korupsi dana Banprov ini. "Kita akan usut, ke depannya kita akan sasar tempat yang lain, tempat yang menerima bantuan dana tersebut," tutup Ketut Sumedana. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini