2 Desa di Sukajaya Bogor Masih Terisolir, Status Tanggap Bencana Diperpanjang

Jumat, 17 Januari 2020 03:32 Reporter : Aksara Bebey
2 Desa di Sukajaya Bogor Masih Terisolir, Status Tanggap Bencana Diperpanjang Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Ridwan Kamil. ©2020 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Dua desa di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor masih terisolir akibat longsor. Status tanggap bencana yang dikeluarkan pemerintah Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Bogor diperpanjang hingga akhir bulan.

Diketahui di awal tahun 2020, banjir dan longsor melanda 14 kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Salah satu kecamatan yang terdampak longsor adalah Kecamatan Sukajaya. Bahkan, enam desanya dinyatakan terisolir. Yakni Desa Kiara Pandak, Desa Urug, Desa Cileuksa, Desa Cisarua, Desa Pasir Madang, Desa Harkat Jaya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyatakan hampir semua akses menuju desa tersebut sudah bisa dibuka, kecuali desa Cisarua dan Cileuksa.

"Bogor saya tetap diperintahkan oleh presiden untuk tembus semua yang terisolasi. Jadi, Bupati Bogor (Ade Yasin) tadi menyampaikan status kondisi (tanggap) darurat diperpanjang," kata dia usai rapat penanganan banjir Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (16/1).

"Artinya, tidak ada perintah penarikan alat berat sebelum (desa berhasil) tembus. Karena tinggal dua lokasi lagi yang belum tembus, itu desa Cisarua dan Cileuksa," imbuh dia.

Di tempat yang sama, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan status tanggap bencana di Kabupaten Bogor diperpanjang hingga akhir bulan Januari ini. Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor berkaitan pemberian bantuan bagi korban.

Bupati akan melakukan pemberian bantuan melalui Surat Keputusan (SK) setelah merampungkan pendataan korban. Nantinya, nominal bantuan akan bervariasi bergantung tingkat kerugiannya.

"Bantuan untuk hunian Rp25 juta yang (rumahnya) rusak ringan, (didata) mana yang dibantu Rp50 juta yang berat rusaknya, mana yang akan diberi kontrakan sementara sambil dicari daerah hunian tetap yang akan dibantu oleh kementerian pusat," ucap dia.

Sebelumnya, ia menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan bencana tanah longsor untuk 6 daerah di Jabar, yakni Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, dan Kota Bekasi.

Penetapan status tanggap darurat bencana tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Jabar bernomor 362/KEP.13-BPBD/2020 terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020 sampai dengan tanggal 7 Januari 2020. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini