150 Jemaah umrah gagal berangkat, polisi panggil bos Abu Tours Solo

Senin, 2 Juli 2018 23:31 Reporter : Arie Sunaryo
150 Jemaah umrah gagal berangkat, polisi panggil bos Abu Tours Solo Jemaah laporkan Abu Tours Travel ke Bareskrim Polri. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Kasus penipuan dan penggelapan biro umrah dan haji yang diduga dilakukan oleh PT Amanah Bersama Umat Abu Tours, terus bergulir. Di Kota Solo dan sekitarnya jumlah korban yang sudah melapor di Polresta Surakarta sebanyak 150 korban.

Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah, karena dari informasi beredar jumlah korban mencapai ratusan orang.

Kanit IV Satreskrim Polresta Solo, Iptu Sudarmiyanto mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 6 orang saksi dalam kasus tersebut. Seorang saksi dari pihak manajemen Abu Tours dan 5 lainnya calon jemaah umrah. Ia mengaku telah melayangkan surat pemanggilan kepada pimpinan Abu Tours cabang Solo, Rusman Rachman, akhir April lalu. Namun yang bersangkutan mangkir tanpa alasan.

"Kami akan melayangkan surat panggilan kedua kepada pimpinan cabang biro jasa umrah PT Amanah Bersama Umat Abu Tours, Rusman Rachman. Surat panggilan kedua ini sebagai tindak lanjut setelah yang bersangkutan mangkir pada panggilan pertama tanggal 30 April lalu," ujar Sudarmiyanto, Senin (2/7).

Sudarmiyanto berharap pada panggilan kedua pemeriksaan nanti, Rusman akan
hadir untuk memperlancar proses penyelidikan. Ia memastikan surat panggilan sampai ke tujuan agar pimpinan cabang Abu Tours Solo bisa hadir di Mapolresta.

Sudarmiyanto menyampaikan jumlah korban kasus Abu Tours saat ini bertambah menjadi 150 orang dari sebelumnya hanya 100 orang. Puluhan korban yang baru melapor ini diketahui dalam satu kelompok terbang (kloter) yang dijanjikan akan diberangkatkan awal tahun lalu.

"Semua korban telah menyerahkan semua bukti pelunasan pendaftaran umrah, mereka ini berasal dari Soloraya," katanya.

Koordinator korban Abu Tours, Muhammad Dahlan Muladi mengatakan, seluruh korban masih berharap bisa diberangkatkan ke Tanah Suci. Terkait uang pendaftaran umrah, ia hanya pasrah, ia tak yakin uang tersebut bisa dikembalikan secara tunai.

"Semua korban berharap ada keadilan dengan memproses secara hukum pelaku agar tidak ada kasus penipuan umrah dikemudian hari," kata Dahlan. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini