Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution secara tegas meminta dukungan serta peran aktif dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya Brigade Mobil (Brimob), dalam upaya masif pemberantasan narkoba di wilayah Sumut. Permintaan ini disampaikannya usai menerima kunjungan Komandan Pasukan Brigade Mobil (Danpas Brimob) I Korps Brimob Polri Brigjen Pol Anang Sumpena di Kantor Gubernur Sumut pada Selasa lalu. Kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian dinilai sebagai kunci utama untuk menekan angka peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan.
Bobby Nasution menyoroti fakta bahwa Provinsi Sumut masih menduduki peringkat tertinggi dalam peredaran narkoba di berbagai daerah di Indonesia. Kondisi ini sangat memprihatinkan, mengingat dampak buruk narkoba yang merusak berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara berbagai pihak sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan serius ini secara komprehensif dan berkelanjutan.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Polda Sumut telah berhasil mengungkap sebanyak 1,4 ton narkotika jenis sabu-sabu sepanjang periode Januari hingga 25 September 2025. Angka ini menunjukkan betapa masifnya peredaran narkoba di Sumut. Data BNN RI lebih lanjut mengungkapkan bahwa dari 15,78 juta jiwa penduduk Sumut, sekitar 10,49 persen atau 1,5 juta jiwa di antaranya adalah pengguna narkoba.
Advertisement
Advertisement
Data terbaru dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menunjukkan bahwa Sumatera Utara menghadapi krisis serius terkait penyalahgunaan narkoba. Dari total populasi 15,78 juta jiwa, sebanyak 1,5 juta jiwa atau sekitar 10,49 persen di antaranya teridentifikasi sebagai pengguna narkoba. Angka ini menjadikan Sumut sebagai provinsi dengan tingkat peredaran narkoba tertinggi secara nasional, sebuah kondisi yang membutuhkan penanganan luar biasa.
Gubernur Bobby Afif Nasution mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam atas kondisi ini. Ia menyatakan, "Kondisinya sangat memprihatinkan. Mulai orang dewasa, remaja hingga orang tua ikut menjadi pengguna, dan bahkan pengedar narkoba." Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa masalah narkoba telah merambah ke seluruh segmen masyarakat, tanpa memandang usia atau latar belakang, sehingga upaya Pemberantasan Narkoba Sumut harus dilakukan secara menyeluruh.
Selain masalah narkoba, Gubernur juga menyoroti peningkatan tindak kriminalitas lain di Sumut, seperti pencurian, begal, dan perkelahian antarkelompok. Tindakan kejahatan ini tidak hanya merugikan masyarakat tetapi juga merusak fasilitas umum. Pihaknya mengapresiasi upaya maksimal Polda Sumut dan jajaran dalam mengatasi berbagai kasus kejahatan tersebut, namun kolaborasi lintas instansi tetap menjadi kunci.
Advertisement
Advertisement
Danpas Brimob I Korps Brimob Polri Brigjen Pol Anang Sumpena mengonfirmasi bahwa Sumut memang menempati peringkat teratas dalam peredaran narkoba nasional. Ia menambahkan, "Dengan jumlah pengguna lebih dari satu juta orang dari total sekitar empat juta pengguna di Indonesia." Pernyataan ini memperkuat urgensi keterlibatan Brimob dalam upaya Pemberantasan Narkoba Sumut yang lebih intensif.
Pasukan Brimob I, yang bermarkas di Kota Binjai, Sumatera Utara, memiliki wilayah tugas mencakup seluruh Pulau Sumatera. Tugas utama Brimob mencakup berbagai aspek keamanan, termasuk membantu satuan kewilayahan Polda dan instansi terkait dalam penanganan gangguan keamanan berintensitas tinggi. Ini termasuk kejahatan luar biasa seperti teror bom dan, yang sangat relevan, operasi pemberantasan narkoba.
Brigjen Pol Anang Sumpena menjelaskan bahwa selain mengamankan kejahatan berintensitas tinggi, Brimob juga berperan penting dalam menjaga keamanan kepala daerah, objek vital nasional, serta investasi strategis. Dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki, Brimob diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menekan angka peredaran dan penggunaan narkoba di Sumut. Dukungan Brimob sangat krusial dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan bebas narkoba.
Advertisement
Brimob terus mendukung berbagai operasi Pemberantasan Narkoba Sumut di wilayah tersebut. Hal ini termasuk partisipasi aktif dalam penghancuran markas narkotika yang beberapa waktu lalu telah digelar bersama aparat terkait. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kuat dari pihak kepolisian untuk memberantas jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya, demi masa depan Sumatera Utara yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews