1 Mahasiswa Aceh Pilih Tinggal di Kota Changchun China, 13 di Karantina di Natuna
Merdeka.com - Mahasiswa asal Aceh masih tersisa dua orang di kota Changchun, China. Satu orang segera pulang ke Serambi Makah, namun seorang lagi memilih tetap bertahan di negara yang sedang mewabah virus korona.
Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri mengatakan, total mahasiswa Aceh yang berada di China berjumlah 65 orang. Sebanyak 13 orang yang dipulangkan dari Kota Wuhan kini sedang diobservasi di Pulau Natuna. Sementara di Kota Changchun, masih terdapat 2 orang lagi mahasiswa Aceh. Sisanya, ada yang sudah pulang secara mandiri ada juga yang dipulangkan oleh Pemerintah Aceh.
"Yang 2 orang di Changchun itu, besok satu di antaranya akan berangkat pulang ke Aceh, sementara satu lagi memilih tetap menetap di sana," kata Alhudri, saat konferensi pers pemindahan posko layanan informasi masyarakat Aceh dari Dinsos ke Dinas Kesehatan Aceh, Selasa (11/2).
Alhudri mengatakan, mahasiswa Aceh yang sedang diobservasi itu akan dipulangkan pada tanggal 16 Februari 2020 mendatang. Mereka terlebih dahulu dibawa ke Jakarta, lalu di sana akan ada proses penyerahan dari Kementerian Luar Negeri RI kepada Pemerintah Aceh.
Alhudri mengaku, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan mahasiswa Aceh yang kini sedang diobservasi di Natuna. Ia mengatakan, mereka dalam keadaan yang sehat.
"Jadi nanti kita yang akan membawa mereka pulang ke Aceh," kata Alhudri.
Sebelumnya, sejak Minggu (26/1) Pemerintah Aceh membuka posko komunikasi guna mempermudah pemantauan informasi mahasiswa Aceh yang terisolir virus corona di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif mengatakan, permasalahan virus corona belum berhenti. Bahkan, kata dia, jumlah korban yang terpapar maupun yang meninggal akibat virus tersebut terus bertambah.
Oleh sebab itu, kata dia, pemerintah telah menyiapkan sejumlah hal untuk mengantisipasi dan mencegah agar masyarakat Aceh terhindar dari virus corona.
"Di sejumlah rumah sakit, kita sudah menyiapkan sejumlah peralatan medis yang memadai untuk menangani pasien yang terpapar virus corona," kata dia.
Di samping itu, Hanif juga mengimbau agar masyarakat tidak cemas. Ia meminta agar masyarakat tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan, tubuh, sanitasi serta mengonsumsi makanan yang sehat.
"Syukur kita masyarakat Aceh tidak makan yang macam-macam, masyarakat kita mengkonsumsi makanan yang halal. Kita tahu virus ini berasal dari hewan liar yang dikonsumsi oleh manusia, seperti kelelawar," kata Hanif.
Hanif mengatakan, kini virus corona sudah merebak ke 26 negara dan semua negara di Asia Tenggara termasuk yang terpapar virus itu, kecuali Indonesia. Ia mengajak semua pihak untuk bersyukur.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya