Sebuah studi tentang kerapuhan sistem perbankan Amerika Serikat (AS) menemukan bahwa 186 bank lagi berisiko gagal atau bangkrut di negara tersebut. Sebelumnya, Silicon Valley Bank dan Signature Bank sudah bangkrut pada Maret 2023 lalu.
"Bahkan jika hanya setengah dari deposan mereka yang tidak diasuransikan (deposan yang tidak diasuransikan akan kehilangan sebagian dari simpanan mereka jika bank gagal, berpotensi memberi mereka insentif untuk lari) memutuskan untuk menarik dana mereka," tulis Usatoday.com dikutip di Jakarta, Jumat (5/5).
Adapun, nilai simpanan yang tidak diasuransikan adalah simpanan pelanggan yang lebih besar dari batas asuransi simpanan FDIC sebesar USD 250.000.
Lantas, mengapa bank daerah regional banyak mengalami kegagalan?
Penyebab banyaknya Bank regional gagal karena kenaikan suku bunga Federal Reserve yang agresif untuk meredam inflasi. Kenaikan suku bunga sendiri telah mengikis nilai aset bank seperti obligasi pemerintah dan sekuritas yang didukung hipotek.
Padahal, sebagian besar obligasi membayar suku bunga tetap yang menjadi menarik saat suku bunga turun, menaikkan permintaan dan harga obligasi. Di sisi lain, jika suku bunga naik, investor tidak akan lagi memilih suku bunga tetap yang lebih rendah yang dibayarkan oleh obligasi, sehingga menurunkan harganya.
"Banyak bank meningkatkan kepemilikan obligasi mereka selama pandemi, ketika simpanan berlimpah tetapi permintaan dan imbal hasil pinjaman lemah. Bagi banyak bank, kerugian yang belum direalisasi ini akan tetap di atas kertas. Tetapi yang lain mungkin menghadapi kerugian nyata jika mereka harus menjual sekuritas untuk likuiditas atau alasan lain," menurut Federal Reserve Bank of St. Louis.
Advertisement
Sebelumnya, tiga bank regional raksasa mengalami kegagalan sejak Maret 2023 lalu. Bahkan, terdapat satu lagi bank tengah tertatih-tatih di tepi jurang kehancuran
Akankah Amerika segera melihat serangkaian kegagalan bank?
Bloomberg melaporkan Rabu bahwa PacWest Bancorp yang berbasis di San Francisco sedang mempertimbangkan penjualan. Pekan lalu, First Republic Bank menjadi bank ketiga yang ambruk, kegagalan bank terbesar kedua dalam sejarah AS setelah Washington Mutual, yang ambruk pada 2008 di tengah krisis keuangan.